Di tengah euforia angka kelulusan, akreditasi, dan perburuan gelar akademik, makna pendidikan kian menyempit. Pendidikan direduksi menjadi mesin pencetak kaum intelektual—cerdas secara kognitif, tetapi kerap tumpul secara etika dan sosial. Padahal, hakikat pendidikan sejati bukan hanya soal kemampuan berpikir, melainkan juga pembentukan sikap dan keberanian bertindak secara bertanggung jawab. Fenomena ini tercermin dari banyaknya lulusan berpendidikan tinggi yang terjerat kas