top of page


Fenomena ‘Pelakor’: Standar Moral Ganda dan Rapuhnya Institusi Keluarga
Fenomena “pelakor” (perebut laki orang) kini bukan lagi sekadar isu privat, melainkan telah berubah menjadi komoditas publik yang dikonsumsi massal. Kasus perselingkuhan tidak hanya viral di media sosial, tetapi juga diperdebatkan secara brutal di ruang gosip digital, bahkan kerap berujung konflik terbuka, persekusi, hingga kekerasan sosial. Di tengah gelombang amarah kolektif, publik seolah lebih sibuk menghakimi individu ketimbang membedah akar persoalan. Pertanyaan yang se
KavitaMedia
Feb 204 min read


Miskin yang Tak Terlihat: Ketika Nafsu Tanpa Batas Menjadi Wajah Baru Kemiskinan
Kemiskinan tak selalu soal perut kosong dan dompet tipis. Di tengah gemerlap gaya hidup dan banjir pencitraan digital, muncul bentuk kemiskinan lain yang lebih sunyi namun menggerogoti: rasa tak pernah cukup. Hasrat yang tak terkendali menjadikan manusia terus mengejar, tanpa pernah benar-benar tiba. Banyak orang masih memaknai kemiskinan sebatas angka pendapatan di bawah garis tertentu, akses terbatas pada pendidikan, atau hunian yang tak layak. Namun di balik statistik dan
KavitaMedia
Feb 172 min read


Selamat Menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 H / 2026 M
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saudaraku, sahabat sekalian, Bulan suci Ramadan 1447 H telah tiba. Saatnya kiat sebagai umat Islam kembali meneguhkan iman, memperkuat ketaqwaan, dan menyucikan jiwa melalui puasa, doa, dan amal saleh. Namun, mari kita tidak sekadar merayakan tradisi. Ramadan juga harus menjadi cermin kritik sosial bagi diri kita dan masyarakat. Di tengah gemerlap konsumsi, ambisi materi, dan kesenjangan yang kian melebar, puasa bukan hanya menahan
KavitaMedia
Feb 161 min read


Fenomena Pelakor: Cermin Krisis Nilai dan Relasi Sosial Masyarakat Kekinian
Istilah pelakor atau perebut laki orang dalam beberapa tahun terakhir menjelma menjadi kosa kata populer yang sarat emosi, stigma, dan kemarahan publik. Ia tidak lagi sekadar label, melainkan simbol dari kegelisahan sosial yang lebih dalam. Fenomena ini sering disederhanakan sebagai persoalan moral individu, khususnya perempuan, padahal jika ditelusuri lebih jauh, ia adalah cermin retak dari perubahan nilai, relasi kuasa, dan dinamika sosial masyarakat kekinian. Pertanyaan p
KavitaMedia
Feb 62 min read
bottom of page