AKP Malaungi dan Potret Buruk Polisi dalam Peredaran Narkoba
- Feb 6
- 2 min read

Inilah sosok AKP Malaungi, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota, yang justru berakhir di ruang tahanan. Ia ditangkap dan diamankan Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) atas dugaan keterlibatan dalam jaringan peredaran narkotika. Ironi ini menampar keras wajah institusi kepolisian: pejabat yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan narkoba, diduga malah bermain di sisi gelap kejahatan yang ia perangi.
Kasus AKP Malaungi bukan anomali tunggal. Ia hanya satu contoh dari sekian banyak oknum polisi yang terseret dalam pusaran narkotika baik sebagai pengguna maupun pengedar. Data demi data, kasus demi kasus, menunjukkan persoalan ini bersifat sistemik, bukan insidental. Jumlahnya bukan puluhan, melainkan ratusan, bahkan bisa mencapai ribuan anggota di berbagai level dan wilayah.
Pertanyaan krusial pun mengemuka: di mana pengawasan internal kepolisian selama ini? Bagaimana mungkin seorang perwira yang memimpin satuan narkoba bisa terlibat jaringan yang semestinya ia bongkar? Apakah mekanisme kontrol berjalan sekadar administratif, atau sengaja dibiarkan tumpul ketika berhadapan dengan sesama aparat?
Ketidaktegasan pimpinan kepolisian dalam menindak anggotanya yang terlibat narkoba berulang kali menjadi celah. Hukuman ringan, proses yang berlarut, hingga sanksi etik yang tidak transparan justru menciptakan pesan berbahaya: pelanggaran berat masih bisa ditoleransi. Tanpa tindakan keras dan terbuka, efek jera tak pernah benar-benar hadir.
Padahal, penindakan tegas tanpa pandang bulu akan menjadi sinyal kuat bagi seluruh anggota. Bahwa narkoba adalah garis merah. Bahwa seragam dan pangkat tidak kebal hukum. Dan bahwa kepolisian serius membersihkan dirinya sendiri sebelum menuntut kepercayaan publik.
Kasus AKP Malaungi seharusnya menjadi momentum, bukan sekadar berita kriminal. Momentum untuk membongkar persoalan dari akarnya, memperbaiki sistem pengawasan, dan mengakhiri siklus pembiaran. Jika tidak, publik berhak curiga: perang melawan narkoba hanya slogan, sementara musuh justru bersembunyi di balik seragam dan lencana.
#AKPMalaungi #PolisiDanNarkoba #OknumPolisi #IroniPenegakanHukum #PerangNarkoba #ReformasiPolri #HukumTanpaPandangBulu




Comments