MBG Mengenyangkan Sesaat. Ekonomi Rakyat yang Kuat Memberi Masa Depan Generasi Berikutnya
- Mar 13
- 2 min read

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sering dipresentasikan sebagai solusi besar bagi masalah gizi dan kemiskinan. Secara kemanusiaan, memberi makan anak sekolah tentu penting. Anak yang lapar tidak bisa belajar dengan baik, dan negara memang memiliki tanggung jawab memastikan generasi muda mendapatkan asupan gizi yang layak.
Namun di balik narasi tersebut, ada pertanyaan yang jauh lebih mendasar: apakah negara sedang menyelesaikan masalah kemiskinan, atau sekadar mengelolanya agar tetap terlihat terkendali?
Masalah kemiskinan di Indonesia tidak pernah sesederhana kurangnya makanan. Akar persoalannya adalah struktur ekonomi yang timpang. Lapangan kerja berkualitas terbatas, upah banyak sektor tidak sebanding dengan biaya hidup, harga kebutuhan pokok terus naik, dan jutaan pelaku usaha kecil hidup dalam tekanan pasar yang tidak adil.
Dalam kondisi seperti itu, memberi makan anak sekolah memang bisa mengurangi lapar hari ini. Tetapi kebijakan tersebut tidak otomatis memperbaiki keadaan ekonomi keluarga mereka. Orang tua tetap menghadapi pekerjaan yang tidak stabil, penghasilan yang tidak cukup, dan masa depan ekonomi yang penuh ketidakpastian. Inilah persoalan utama dari kebijakan yang terlalu fokus pada bantuan konsumsi. Ia mengobati gejala, bukan menyembuhkan penyakitnya.
Program bantuan langsung memang selalu memiliki daya tarik politik yang kuat. Ia terlihat cepat, mudah dikomunikasikan, dan memberi kesan negara hadir secara langsung dalam kehidupan rakyat. Namun tanpa reformasi ekonomi yang serius mulai dari industrialisasi yang menciptakan pekerjaan, penguatan sektor produksi, perlindungan terhadap UMKM, hingga kebijakan harga yang adil kemiskinan hanya akan terus berputar dalam lingkaran yang sama.
Negara akhirnya terjebak dalam pola yang berbahaya: rakyat tetap miskin, sementara bantuan terus dibagikan sebagai solusi permanen.
Negara yang benar-benar ingin menghapus kemiskinan harus melakukan pekerjaan yang jauh lebih sulit daripada sekadar membagi makanan. Negara harus menciptakan ekonomi yang membuat rakyat mampu berdiri di atas kaki mereka sendiri. Artinya jelas: pekerjaan yang layak, upah yang adil, akses modal bagi usaha kecil, pertanian yang kuat, dan pasar yang tidak dimonopoli segelintir kelompok.
Tanpa perubahan struktur ekonomi seperti itu, program bantuan apa pun termasuk makan gratis akan selalu berakhir sebagai penyangga sementara bagi kemiskinan yang tidak pernah benar-benar dihapuskan. Memberi makan anak hari ini adalah tindakan kemanusiaan. Tetapi membangun ekonomi rakyat adalah satu-satunya cara memastikan generasi berikutnya tidak lagi hidup dalam kemiskinan yang sama.
Jika negara serius ingin menghapus kemiskinan, maka yang harus dibangun bukan hanya program bantuan tetapi sistem ekonomi yang membuat bantuan itu tidak lagi diperlukan.




Comments