top of page

Ungkapan “Damkar lebih cepat dari polisi”, Kritik Terhadap Citra Korps Bhayangkara.

  • Feb 4
  • 1 min read

Respons lamban aparat kepolisian dibanding petugas pemadam kebakaran memicu sorotan keras publik. Para pengamat menilai ini menjadi ujian serius bagi profesionalisme dan citra Korps Bhayangkara.



Fenomena ini muncul setelah serangkaian peristiwa di lapangan, di mana Damkar kerap tiba lebih cepat di lokasi kebakaran atau kecelakaan, sementara aparat kepolisian terlihat lamban dalam mengamankan lokasi atau mengevakuasi korban. “Publik menilai bahwa aparat kepolisian kurang responsif, sementara Damkar justru menunjukkan profesionalisme tinggi,” kata Dr. Raden Wirawan, pengamat keamanan publik, Selasa (4/2/2026).


Kritik ini bukan sekadar soal persepsi, tetapi berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Lama-kelamaan, publik dapat menilai bahwa polisi hanya berperan simbolis, sementara tanggung jawab nyata dalam menanggulangi insiden dipegang pihak lain. “Ini menjadi warning bagi Korps Bhayangkara: efisiensi dan respons cepat bukan pilihan, tapi keharusan untuk menjaga legitimasi,” tambah Raden.


Sejumlah pihak menekankan perlunya reformasi internal, terutama dalam hal pelatihan respons darurat, penguatan koordinasi lapangan, dan penggunaan teknologi untuk mempercepat proses pengamanan. Kegagalan menindaklanjuti kritik publik berpotensi menurunkan citra polisi di mata masyarakat, yang dalam jangka panjang bisa mengganggu efektivitas penegakan hukum.


Dengan sorotan ini, Korps Bhayangkara berada di persimpangan krisis citra: mempertahankan reputasi sebagai penegak hukum utama, atau terus menghadapi kritik tajam yang mengangkat profesionalisme Damkar sebagai standar baru respons publik.


 
 
 

Comments


©2012 Kavita Media. Makassar Sulawesi Selatan

bottom of page