Wakil Gubernur Sulawesi Barat Salim S. Mengga Wafat, Masyarakt Kehilangan Prajurit dan Negarawan
- Jan 31
- 2 min read

Kabar duka menyelimuti Sulawesi Barat. Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Mayor Jenderal TNI (Purn) Salim S. Mengga, wafat pada Sabtu, 31 Januari 2026, di RS Siloam Makassar, sekitar pukul 07.00 WITA. Kepergian almarhum menutup perjalanan panjang seorang prajurit yang mengabdikan hidupnya bagi negara, baik dalam institusi militer maupun pemerintahan sipil.
Salim S. Mengga dikenal sebagai perwira tinggi TNI yang menempuh karier militer secara bertahap dan disiplin. Selama aktif berdinas, ia menduduki sejumlah posisi strategis dan dikenal memiliki pendekatan kepemimpinan yang tegas namun terukur. Latar belakang militernya membentuk karakter kepemimpinan yang menjunjung loyalitas, ketertiban, dan tanggung jawab institusional.
Usai purna tugas dari TNI dengan pangkat Mayor Jenderal, Salim S. Mengga tidak menarik diri dari ruang publik. Ia justru memilih melanjutkan pengabdian melalui jalur politik dan pemerintahan daerah. Keputusannya terjun ke dunia sipil dinilai sebagai bentuk konsistensi pengabdian, bukan sekadar transisi kekuasaan.
Dalam pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat, Salim S. Mengga menjabat sebagai Wakil Gubernur dan berperan sebagai figur penyeimbang dalam dinamika birokrasi dan politik daerah. Ia dikenal bekerja tanpa banyak sorotan, fokus pada stabilitas pemerintahan, penguatan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah, serta menjaga ritme kerja pemerintahan agar tetap berjalan efektif.
Di tengah iklim politik daerah yang kerap diwarnai tarik-menarik kepentingan, almarhum dipandang sebagai sosok yang relatif menjauh dari manuver politik praktis. Pendekatannya lebih administratif dan fungsional, mencerminkan latar belakang militernya yang mengutamakan sistem dan disiplin kerja.
Kepergian Salim S. Mengga meninggalkan duka mendalam, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Sulawesi Barat yang melihatnya sebagai contoh pemimpin yang bekerja dalam senyap. Dalam era politik yang semakin sarat pencitraan, figur seperti almarhum menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu harus disuarakan dengan keras.
Salim S. Mengga wafat di tengah pengabdiannya, meninggalkan jejak sebagai prajurit yang beralih menjadi negarawan, serta pelayan publik yang memilih bekerja jauh dari sorotan. Sulawesi Barat kehilangan salah satu figur yang menjaga pengabdian tetap hidup dalam keheningan, bukan gemuruh kekuasaan.
#BeritaDuka#WagubSulbar#SalimSMengga#SulawesiBarat#PemerintahanDaerah#TokohNasional#PelayanPublik #PurnawirawanTNI#MayjenTNI#PengabdianNegeri




Comments