KAVITA MEDIA NET, Makassar — Derasnya arus informasi di ruang digital tidak otomatis membuat masyarakat semakin cerdas. Di tengah kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi, hoaks, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga manipulasi opini publik justru menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Persoalan inilah yang menjadi sorotan penggiat literasi digital sekaligus Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI pada Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidika