top of page


Ketika AI Diberi Kuasa, Privasi Manusia Bisa Menjadi Taruhan
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.IKom., M.Kom. Pengamat Pendidikan Digital dan Kecerdasan Artifisial Dulu, kita menggunakan ChatGPT untuk hal-hal sederhana. Menanyakan resep masakan, mencari inspirasi tulisan, menyusun surat lamaran pekerjaan, atau meminta bantuan merapikan sebuah gagasan. Kita bertanya, AI menjawab. Kita menerima, mengoreksi, atau menolak jawabannya. Kendali tetap berada di tangan manusia. Namun, perkembangan kecerdasan artifisial kini memasuki babak yan
KavitaMedia
Oct 117 min read


KETIKA ALGORITMA MENJADI BOS BARU KEHIDUPAN MANUSIA
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom M.Ikom M.Kom Algoritma tidak lagi sekadar menghitung. Ia memilih apa yang kita lihat, menentukan apa yang kita dengar, memprediksi apa yang kita inginkan dan perlahan ikut membentuk cara kita berpikir. - YAT Ada sebuah perubahan besar yang berlangsung nyaris tanpa suara. Kita tidak melihat pabrik raksasa. Tidak mendengar suara mesin produksi. Tidak melihat buruh berbaris di dalam ruang industri. Tetapi setiap kali kita membuka media sosial, me
KavitaMedia
Sep 305 min read


AI MAKIN CERDAS, MANUSIA MAKIN KEHILANGAN KENDALI?
KAVITA Media Net — Ada sesuatu yang jauh lebih serius daripada sekadar perlombaan membuat chatbot semakin pintar. Yang sedang dipertaruhkan adalah pertanyaan yang jauh lebih mendasar: Jika suatu hari kecerdasan buatan mampu memperbaiki dan meningkatkan dirinya sendiri, siapa yang sebenarnya memegang kendali? Pertanyaan ini bukan lagi sekadar bahan film fiksi ilmiah. Pada September 2026, Jacob Coxon, mantan peneliti Anthropic yang sebelumnya juga bekerja di OpenAI, mengundurka
KavitaMedia
Sep 294 min read


ARTIFICIAL TANPA INTELLIGENCE
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu. Opini | KAVITA Media Net Kita sedang hidup di zaman yang aneh. Manusia menciptakan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat mesin semakin cerdas, tetapi pada saat yang sama justru berisiko membuat manusia semakin malas berpikir. Ironinya, teknologi yang seharusnya memperkuat kecerdasan manusia mulai digunakan sebagai pengganti kecerdasan manusia. Di sinilah persoalannya. Artificial Intelligence tanpa human intelligence hanya akan menjadi artificia
KavitaMedia
Sep 253 min read


KETIKA AI MULAI MENJADI TEMAN SEKALIGUS PENGKRITIK ILMUWAN
“AI boleh membantu menemukan ilmu. Tetapi jangan sampai manusia kehilangan kemampuan untuk mempertanyakan kebenarannya.” Dulu manusia menggunakan AI untuk mencari jawaban. Kini pertanyaannya mulai berubah: bagaimana jika AI ikut mencari pertanyaan yang belum pernah terpikirkan manusia? Perkembangan kecerdasan buatan sedang memasuki wilayah yang jauh lebih serius daripada sekadar chatbot, mesin pencari, atau alat bantu menulis. AI mulai digunakan dalam proses penelitian ilmiah
KavitaMedia
Sep 242 min read


AI MAKIN CERDAS, MANUSIA JUSTru BERISIKO MAKIN MALAS BERPIKIR
KAVITA MEDIA , TEKNOLOGI - OPINI: Alfian Ali, ST. MT. Ph.D Bahaya terbesar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mungkin bukan ketika mesin mulai mampu mengerjakan pekerjaan manusia. Bahaya yang jauh lebih serius justru muncul ketika manusia mulai kehilangan kebutuhan untuk berubah, belajar, memahami, dan berpikir karena hampir semua proses kognitif dapat diserahkan kepada mesin. Inilah paradoks besar era AI. Teknologi yang seharusnya memperluas kemampuan manusia be
KavitaMedia
Sep 225 min read
bottom of page