top of page


Gelar Tinggi, Nalar Rendah? Pendidikan Tinggi di Era 5.0 Sedang Diuji
Oleh : Yusrin Ahmad Tosepu (Ketua Studi, kajian dan Riset Lembaga Pengkajian dan Penembangan Pendidikan Indonesia - LSP3I) Di era 5.0, ketika kecerdasan buatan mampu menjawab soal dalam hitungan detik, kampus tak lagi diuji oleh seberapa banyak teori yang diajarkan, melainkan seberapa kuat ia membentuk cara berpikir mahasiswa. Gelar akademik tak cukup menjadi ukuran. Yang menentukan adalah kemampuan dosen menyalakan nalar kritis, membangun keberanian bertanya, dan melatih ma
KavitaMedia
Feb 242 min read


Tantangan, Peluang, dan Hambatan Pendidikan Tinggi Indonesia di Era Society 5.0
Oleh : Yusrin Ahmad Tosepu (Ketua Studi, kajian dan Riset Lembaga Pengkajian dan Penembangan Pendidikan Indonesia - LSP3I) Di tengah gelombang revolusi teknologi kecerdasan buatan, big data, dan otomatisasi, pendidikan tinggi Indonesia berdiri di persimpangan sejarah. Era Society 5.0, konsep yang dipopulerkan oleh Pemerintah Jepang menuntut kampus tidak lagi sekadar menjadi ruang kuliah dan produksi ijazah, tetapi pusat inovasi, riset terapan, dan pencetak talenta digital ya
KavitaMedia
Feb 243 min read


Pendidikan Terpinggirkan, Guru Terabaikan: Mengapa Profesi Pendidik Seolah Dianaktirikan di Indonesia?
Di tengah gencarnya narasi “bonus demografi” dan visi Indonesia Emas 2045, realitas di lapangan justru menunjukkan ironi: sektor pendidikan masih kerap berada di pinggir prioritas kebijakan. Lebih memprihatinkan lagi, profesi guru yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan sumber daya manusia sering kali diposisikan sebagai pekerjaan dengan beban tinggi, namun penghargaan rendah, baik secara ekonomi, sosial, maupun struktural. Pendidikan dan Profesi Guru Dianaktirika
KavitaMedia
Feb 223 min read


Transformasi Perguruan Tinggi 5.0: Antara Narasi Modernisasi dan Ujian Keberanian Reformasi
Yusrin Ahmad Tosepu ( Ketua Studi, Riset dan Kajian LSP3I) Yusrin Menyatakan bahwa Transformasi Perguruan Tinggi 5.0 digaungkan sebagai lompatan menuju kampus berbasis inovasi dan kecerdasan buatan. Namun di balik gemerlap istilah futuristik itu, pertanyaan mendasarnya justru semakin menguat: apakah kampus benar-benar sedang berbenah secara struktural, atau sekadar mendandani wajah lama dengan jargon digital? Tanpa reformasi tata kelola, penguatan riset berdampak, dan keberan
KavitaMedia
Feb 213 min read


Indonesia Emas 2045 atau Ilusi Kolektif? Generasi Stunting, Utang Menggunung, Demokrasi Melemah
Catatan Rocky Gerung pada Acara Kenduri Cinta Cak Nun Di tengah gegap gempita narasi “Indonesia Emas 2045”, realitas berbicara lebih getir: jutaan anak tumbuh dalam bayang-bayang stunting, beban utang negara terus diwariskan bahkan kepada mereka yang belum lahir, sementara kualitas demokrasi menunjukkan tren pelemahan. Ambisi besar membangun peradaban unggul terancam menjadi ilusi jika fondasi kesehatan, pendidikan, dan integritas politik tak segera dibenahi. Pertanyaannya bu
KavitaMedia
Feb 123 min read
bottom of page