Pernah ada masa ketika ijazah madrasah dipandang sebelah mata. Bukan karena kualitas muridnya rendah, tetapi karena sistem negara belum sepenuhnya memberi pengakuan yang adil. Dalam struktur pendidikan nasional era 1960–awal 1970-an, madrasah kerap diposisikan sebagai “pelengkap” pendidikan agama, bukan sebagai jalur akademik yang setara dengan sekolah umum. Akibatnya konkret: lulusan madrasah sering kesulitan melanjutkan ke perguruan tinggi umum. Cita-cita menjadi dokter, in