top of page


SEKOLAH JANGAN JADI PABRIK KEPATUHAN: IJAZAH BERTAMBAH, NALAR KRITIS KE MANA?
Oleh : Hamzah Firdaus, M.Edu. PhD. - Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Sejak kecil, anak-anak kita memasuki sekolah dengan rasa ingin tahu yang besar. Mereka bertanya tentang segala sesuatu, membongkar mainan untuk mengetahui cara kerjanya, mempertanyakan hal-hal yang belum mereka pahami, dan berani membayangkan sesuatu yang belum pernah mereka lihat. Namun, setelah bertahun-tahun menjalani pendidikan, muncul pertanyaan yang tidak nyaman: apakah sekolah berhasil memelih
KavitaMedia
Oct 166 min read


Stella Christie Ingatkan Bahaya AI di Pendidikan: Jangan Sampai Anak Pintar Mencari Jawaban, tetapi Kehilangan Kemampuan Berpikir
KAVITA Media Net, Jakarta — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mudah memberikan jawaban, tetapi kemudahan itu menyimpan tantangan serius bagi dunia pendidikan: apakah peserta didik benar-benar belajar, atau sekadar memperoleh jawaban tanpa memahami prosesnya? Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, mengingatkan bahwa penggunaan AI dalam pendidikan harus tetap menempatkan kemampuan berpikir manusia sebagai
KavitaMedia
Oct 93 min read


KETIKA AI MULAI MENJADI TEMAN SEKALIGUS PENGKRITIK ILMUWAN
“AI boleh membantu menemukan ilmu. Tetapi jangan sampai manusia kehilangan kemampuan untuk mempertanyakan kebenarannya.” Dulu manusia menggunakan AI untuk mencari jawaban. Kini pertanyaannya mulai berubah: bagaimana jika AI ikut mencari pertanyaan yang belum pernah terpikirkan manusia? Perkembangan kecerdasan buatan sedang memasuki wilayah yang jauh lebih serius daripada sekadar chatbot, mesin pencari, atau alat bantu menulis. AI mulai digunakan dalam proses penelitian ilmiah
KavitaMedia
Sep 242 min read


MENGEMBALIKAN PENDIDIK SEBAGAI PUSAT GRAVITASI INTELEKTUAL
KAVITA MEDIA NET, PENDIDIKAN — OPINI Oleh: Prof. Sigit Setyo Hadi, Ketua Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I) Ada satu pertanyaan yang semakin relevan di tengah perubahan pendidikan hari ini: apakah guru masih menjadi pusat gravitasi intelektual di ruang kelas, atau justru perlahan tersingkir oleh teknologi, algoritma, dan banjir informasi? Kalimat “Mengembalikan Pendidik sebagai Pusat Gravitasi Intelektual” bukan sekadar slogan. Ia adalah kr
KavitaMedia
Sep 223 min read
bottom of page