top of page
Search

MENGENAL ITH PAREPARE: Kampus Negeri Berbasis Teknologi, Harapan Baru Penguatan SDM Indonesia Timur

Writer: KavitaMedia
KavitaMedia
Oct 18
4 min read

Dari ilmu komputer hingga rekayasa industri, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie ditantang melahirkan lulusan yang bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat.



KAVITA MEDIA NET, PAREPARE — Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam menentukan daya saing bangsa di tengah percepatan transformasi digital. Di tengah kebutuhan tersebut, kehadiran Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, menjadi bagian dari upaya memperkuat pendidikan tinggi berbasis sains, teknologi, dan inovasi di kawasan Indonesia Timur.


Sebagai perguruan tinggi negeri (PTN) yang mengusung identitas teknologi, ITH memiliki posisi strategis dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi generasi muda, khususnya di Sulawesi dan wilayah sekitarnya. Kampus ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat memperoleh gelar akademik, tetapi juga pusat pengembangan pengetahuan, penelitian, rekayasa, dan solusi bagi persoalan pembangunan daerah.


Nama Bacharuddin Jusuf Habibie yang disematkan pada institusi ini membawa pesan simbolis yang kuat. Habibie dikenal sebagai tokoh nasional yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan teknologi penerbangan sekaligus mendorong pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai fondasi kemajuan bangsa.


Namun, nama besar seorang tokoh tidak dengan sendirinya menjamin keunggulan sebuah institusi. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana semangat penguasaan teknologi tersebut diterjemahkan menjadi mutu pendidikan, produktivitas penelitian, inovasi yang bermanfaat, serta lulusan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.


Berdiri sejak 2014, mulai beroperasi pada 2021


ITH didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 152 Tahun 2014 tanggal 17 Oktober 2014 dan mulai beroperasi pada 2021. Kampus ini berlokasi di Jalan Balaikota Nomor 1, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.


ITH mengusung visi menjadi institut unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi berbasis inovasi Benua Maritim Indonesia. Visi tersebut menempatkan sains, teknologi, rekayasa, komputasi, dan inovasi sebagai bidang penting dalam pengembangan institusi.


Orientasi tersebut relevan dengan tantangan pembangunan kawasan Indonesia Timur yang membutuhkan sumber daya manusia dengan kemampuan teknis, analitis, dan inovatif. Kebutuhan itu mencakup pengembangan infrastruktur, penguatan industri, pemanfaatan data, digitalisasi pelayanan publik, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah.


Akan tetapi, visi besar harus dibuktikan melalui kinerja yang terukur. Kualitas pembelajaran, kecukupan laboratorium, kompetensi tenaga pengajar, produktivitas riset, dan keterhubungan dengan dunia kerja menjadi indikator penting untuk menilai sejauh mana cita-cita tersebut diwujudkan.


Pilihan program studi: dari komputasi hingga teknologi industri


Salah satu daya tarik ITH bagi calon mahasiswa adalah pilihan bidang studi yang mencakup komputasi, sains, teknik, dan teknologi terapan.


Pada rumpun komputasi dan teknologi digital, calon mahasiswa dapat mempertimbangkan Ilmu Komputer, Sistem Informasi, Sains Data, dan Bisnis Digital.


Bidang-bidang tersebut relevan dengan perkembangan kecerdasan buatan (AI), analisis data, pengembangan perangkat lunak, transformasi digital, serta pemanfaatan teknologi dalam kegiatan bisnis.


Sementara itu, rumpun teknik dan industri mencakup bidang seperti Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Metalurgi, dan Teknik Sistem Energi. Bidang-bidang ini berkaitan dengan kebutuhan rekayasa, infrastruktur, efisiensi proses industri, energi, dan pengembangan teknologi.


ITH juga menawarkan bidang sains dan teknologi terapan, antara lain Bioteknologi, Teknologi Pangan, Matematika, Sains Aktuaria, dan Arsitektur, sesuai daftar program studi yang disampaikan dalam informasi penerimaan yang menjadi rujukan.


Keragaman bidang tersebut memberikan ruang bagi calon mahasiswa untuk memilih jalur pendidikan berdasarkan minat, kemampuan akademik, serta kebutuhan dunia kerja.


Meski demikian, calon mahasiswa tetap perlu memeriksa daftar program studi yang tersedia untuk tahun penerimaan yang dituju, termasuk status akreditasi, kurikulum, fasilitas pembelajaran, dan persyaratan masuk melalui portal resmi ITH.


Jalur masuk mahasiswa baru


Dalam informasi penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang menjadi rujukan, ITH mencantumkan sejumlah jalur seleksi, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta jalur mandiri melalui SM-UTBK dan SM-PSB.


Setiap jalur memiliki ketentuan, jadwal, dan persyaratan yang berbeda. Karena informasi ini ditujukan pada Oktober 2026, calon mahasiswa perlu memeriksa langsung portal penerimaan resmi untuk memastikan status pendaftaran, pengumuman, maupun kemungkinan tahapan lanjutan yang masih tersedia.


Informasi lengkap dapat diakses melalui portal Penerimaan Mahasiswa Baru ITH: https://pmb.ith.ac.id/


Langkah tersebut penting agar calon mahasiswa tidak mengandalkan jadwal lama atau informasi yang beredar tanpa konfirmasi resmi.


Tantangan ITH: jangan berhenti pada status perguruan tinggi negeri


Status sebagai PTN tentu menjadi salah satu pertimbangan calon mahasiswa. Namun, status negeri dan nama institusi bukan satu-satunya ukuran kualitas pendidikan.


Dalam era ketika teknologi berkembang cepat dan kecerdasan buatan mulai mengubah berbagai jenis pekerjaan, perguruan tinggi dituntut menghasilkan lulusan yang memiliki lebih dari sekadar pengetahuan teoritis. Kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, mengolah data, berkolaborasi, berkomunikasi, serta beradaptasi terhadap perubahan menjadi semakin penting.


Karena itu, ITH perlu terus memperkuat relevansi kurikulum, pembelajaran berbasis proyek, penelitian terapan, kolaborasi dengan industri, dan kesempatan magang bagi mahasiswa.


Ketersediaan laboratorium yang memadai, kompetensi dosen, kemitraan riset, serta rekam jejak lulusan juga perlu menjadi perhatian publik. Informasi mengenai aspek-aspek tersebut perlu dinilai berdasarkan data dan bukti yang dapat diverifikasi, bukan semata-mata berdasarkan citra institusi.


Bagi calon mahasiswa, pertanyaan pentingnya bukan hanya apakah ITH merupakan kampus negeri, melainkan apakah program studi yang dipilih benar-benar memberikan kompetensi yang dibutuhkan untuk membangun masa depan.


Kampus teknologi dan masa depan Indonesia Timur


Kehadiran ITH di Parepare memiliki arti lebih luas daripada sekadar penambahan pilihan perguruan tinggi negeri. Kampus berbasis teknologi berpotensi menjadi salah satu penggerak pengembangan sumber daya manusia, riset, kewirausahaan, dan inovasi di daerah.


Potensi tersebut dapat diwujudkan apabila kampus mampu membangun hubungan yang kuat dengan pemerintah daerah, dunia usaha, industri, komunitas riset, dan masyarakat. Penelitian perguruan tinggi juga perlu diarahkan untuk menjawab persoalan nyata, mulai dari pengembangan ekonomi lokal, efisiensi energi, pengolahan pangan, infrastruktur, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.


Dengan demikian, keberhasilan ITH tidak cukup diukur dari jumlah mahasiswa atau program studi yang ditawarkan. Dampak pendidikan, kualitas lulusan, hasil penelitian, inovasi yang dimanfaatkan masyarakat, serta kontribusi terhadap pembangunan kawasan juga penting untuk diperhatikan.


Penutup: memilih kampus harus berdasarkan kualitas dan arah masa depan


Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie merupakan salah satu pilihan pendidikan tinggi negeri berbasis sains dan teknologi di Sulawesi Selatan. Dengan identitas yang berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasi, ITH memiliki peluang untuk ikut memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Indonesia Timur.


Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan peningkatan mutu pendidikan dan pembuktian kinerja akademik yang konsisten.


Bagi generasi muda yang sedang menentukan pilihan kuliah, keputusan sebaiknya tidak hanya didasarkan pada status negeri, nama besar, atau tren jurusan. Pertimbangkan kesesuaian minat, kualitas program studi, biaya pendidikan, fasilitas, peluang magang, dan prospek pengembangan kompetensi.


Sebab, di tengah perubahan dunia kerja akibat otomatisasi dan kecerdasan buatan, masa depan tidak hanya ditentukan oleh tempat seseorang memperoleh gelar, tetapi juga oleh kemampuan berpikir, belajar, beradaptasi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.


ITH memiliki peluang untuk menjadi salah satu simpul pengembangan teknologi di Indonesia Timur. Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa peluang tersebut benar-benar menghasilkan pendidikan berkualitas, inovasi yang berdampak, dan lulusan yang siap menghadapi masa depan.


 
 
 

Comments


bottom of page