top of page


SESJEN KEMDIKTISAINTEK: PERINGKAT GLOBAL BUKAN TUJUAN AKHIR, KAMPUS HARUS BERI DAMPAK NYATA BAGI MASYARAKAT
KAVITA MEDIA NET, BALI – Prestasi perguruan tinggi dalam pemeringkatan internasional tidak seharusnya berhenti pada kebanggaan atas posisi di tingkat global. Pengakuan internasional harus menjadi modal untuk memperkuat kontribusi kampus terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Badri Munir Sukoco, dalam pembukaan QS Higher Ed Summit: Asia Pacif
KavitaMedia
4 days ago3 min read


WAMENDIKTISAINTEK FAUZAN: GELAR SARJANA BUKAN JAMINAN KERJA, LULUSAN DITUNTUT PUNYA INTEGRITAS DAN KEMAMPUAN BERADAPTASI
KAVITA MEDIA NET, KEDIRI – Gelar sarjana bukanlah jaminan seseorang akan langsung memperoleh pekerjaan ataupun mampu menghadapi kompleksitas kehidupan bermasyarakat. Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, kemampuan beradaptasi, serta keberanian mengambil peran dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya. Pesan tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisai
KavitaMedia
4 days ago3 min read


Mengenal SMA Sederajat: Pengertian, Hakikat, Makna, dan Perannya dalam Pendidikan Nasional
RUBRIK: PENDIDIKAN KAVITA MEDIA NET — SMA sederajat merupakan bagian penting dari sistem pendidikan nasional yang menghubungkan pendidikan dasar dengan pendidikan tinggi, dunia kerja, dan kehidupan bermasyarakat. Namun, memahami SMA sederajat tidak cukup hanya dengan mengenali nama sekolah atau jenjang pendidikannya. Lebih dari itu, masyarakat perlu memahami tujuan, karakteristik, serta peran pendidikan menengah dalam membentuk manusia yang berpengetahuan, terampil, mandiri,
KavitaMedia
Oct 316 min read


Di Zaman Ketika Kebohongan Mengenakan Dasi dan Berbicara dari Podium
Berpikir kritis bukan lagi sekadar kecakapan. Ia adalah bentuk perlawanan terhadap manipulasi RUBRIK: OPINI | DEMOKRASI & LITERASI DIGITAL Ir. Alfian Ali, S.T., M.T., Ph.D. Akademisi dan praktisi teknologi, Ketua Bidang Kajian Komunikasi Digital & Media di LKDID Kavita Media Indonesia KAVITA MEDIA NET — Kebohongan dalam kehidupan publik tidak selalu hadir dalam bentuk informasi palsu yang mudah dikenali. Ia bisa dikemas melalui pernyataan resmi, angka statistik, grafik, pidat
KavitaMedia
Oct 305 min read


Mengenal Lebih Dekat Universitas Islam Internasional Indonesia
DEPOK — Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dirancang untuk membawa pemikiran Islam Indonesia ke panggung akademik dunia melalui pendidikan pascasarjana, penelitian, dan dialog lintas budaya. Berdiri sebagai perguruan tinggi negeri berbadan hukum (PTN-BH) sejak 2016, UIII mengemban misi yang melampaui pendidikan tinggi konvensional: memperkuat kontribusi intelektual Indonesia terhadap kajian Islam dan masyarakat Muslim global. Namun, ambisi menjadi rujukan dunia
KavitaMedia
Oct 305 min read


Mengenal Sekolah Vokasi PTN: Pendidikan Terapan, Kompetensi Kerja, dan Peluang Karier
KAVITA EDU | Kampus & Jurusan Sekolah Vokasi pada Perguruan Tinggi Negeri (PTN) merupakan bagian dari pendidikan tinggi yang berorientasi pada penguasaan keterampilan praktis, kompetensi profesional, dan penerapan ilmu pengetahuan untuk kebutuhan dunia kerja. Berbeda dari pendidikan akademik yang umumnya lebih menekankan pengembangan teori dan keilmuan, pendidikan vokasi mengintegrasikan teori, praktik laboratorium, pembelajaran berbasis proyek, praktik kerja lapangan, dan pe
KavitaMedia
Oct 289 min read


EMPAT SKILL WAJIB DI ERA AI: PESAN TEGAS KETUA LSP3I, PENDIDIKAN TAK BOLEH SEKADAR MENCETAK PENGGUNA TEKNOLOGI
JAKARTA — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mampu menulis, menganalisis data, menyusun laporan, hingga menghasilkan karya visual dalam hitungan detik. Di tengah perubahan tersebut, dunia pendidikan menghadapi pertanyaan mendasar: apakah sekolah dan perguruan tinggi sedang mempersiapkan manusia yang mampu berpikir mandiri, atau justru melahirkan generasi yang semakin bergantung pada mesin? Pertanyaan itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Pendidikan di Era
KavitaMedia
Oct 287 min read


Cognitive Surrender di Era AI: Ketika Mahasiswa Menyerahkan Pikiran kepada Mesin
KAVITA MEDIA — PENDIDIKAN, LITERASI DIGITAL & AI KAVITA MEDIA NET, MAKASSAR — Kecerdasan buatan generatif atau artificial intelligence (AI) semakin mudah diakses mahasiswa. Namun, di balik kemudahan menyusun esai, menjawab soal, merangkum jurnal, hingga membuat presentasi, muncul persoalan yang jauh lebih mendasar: apakah AI membantu mahasiswa berpikir, atau justru membuat mereka berhenti berpikir? Fenomena ini dikenal sebagai cognitive surrender, yakni kecenderungan seseoran
KavitaMedia
Oct 275 min read


MENGENAL ITH PAREPARE: Kampus Negeri Berbasis Teknologi, Harapan Baru Penguatan SDM Indonesia Timur
Dari ilmu komputer hingga rekayasa industri, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie ditantang melahirkan lulusan yang bukan hanya menguasai teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menjawab kebutuhan masyarakat. KAVITA MEDIA NET, PAREPARE — Penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi salah satu kunci penting dalam menentukan daya saing bangsa di tengah percepatan transformasi digital. Di tengah kebutuhan tersebut, kehadiran Institut Teknologi Bacharudd
KavitaMedia
Oct 184 min read


INVESTASI PENGETAHUAN BUKAN PILIHAN, MELAINKAN SYARAT BERTAHAN DI ERA KOMPLEKSITAS
Opini Prof. Dr. Sigit Setyo Hadi, M.Ed. Ketua Lembaga Studi, Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I) Kita sedang hidup dalam zaman ketika informasi melimpah, teknologi berkembang pesat, kecerdasan buatan semakin canggih, tetapi kemampuan manusia memahami persoalan tidak otomatis ikut meningkat. Inilah paradoks zaman: akses terhadap informasi semakin mudah, sementara kemampuan memilah kebenaran, membaca konteks, dan mengambil keputusan yang tepat justru menjad
KavitaMedia
Oct 164 min read


SASTIA PRAMA PUTRI: ILMUAN DARI ITB KINI JADI PROFESOR ELITE DI JEPANG
Kavita Media Net, JAKARTA — Perempuan yang menjadi ibu kerap dihadapkan pada pilihan yang seharusnya tidak perlu dipertentangkan: mengurus keluarga atau mengejar cita-cita, mendampingi anak atau membangun karier, menjalankan peran domestik atau memimpin dunia akademik. Seolah-olah, ketika seorang perempuan memilih menjadi ibu, ambisi intelektualnya harus ikut dikecilkan. Sastia Prama Putri mematahkan cara pandang semacam itu. Namun, keberhasilannya seharusnya tidak berhenti m
KavitaMedia
Oct 125 min read


Mengenal Lebih Dekat Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.I.Kom., M.Kom.
Penulis, dan Penggiat Literasi Digital yang Menjembatani Teknologi, Komunikasi, Pendidikan, dan Informasi KAVITA Media Net, Makassar — Nama Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.I.Kom., M.Kom. dikenal dalam sejumlah ruang akademik, penelitian, literasi digital, serta kajian komunikasi dan teknologi informasi. Kiprahnya memperlihatkan persinggungan antara dunia pendidikan, teknologi, komunikasi, penelitian, dan pengembangan literasi masyarakat di tengah perubahan digital. Yusrin lahi
KavitaMedia
Sep 303 min read


PENDIDIKAN JANGAN CUMA MENGAJARKAN JAWABAN, AJARKAN CARA BERPIKIR!
OPINI PENDIDIKAN - Beryl Aspar, M.Pd., Ph.D Ada persoalan mendasar yang layak kita tanyakan kepada dunia pendidikan: setelah bertahun-tahun duduk di bangku sekolah dan perguruan tinggi, apakah peserta didik benar-benar semakin mampu berpikir? Sebab pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal materi, mengerjakan soal, mengejar nilai, lalu mendapatkan ijazah. Kalau setelah lulus seseorang hanya pandai mengulang jawaban dari buku, tetapi gagap ketika menghadapi pers
KavitaMedia
Sep 294 min read


PENDIDIKAN JANGAN BERHENTI PADA HAFALAN: KETIKA SEKOLAH GAGAL MENGAJARKAN CARA BERPIKIR
OPINI PENDIDIKAN — Dr. Mahmud Haris, M.Pd. Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Ada pertanyaan yang seharusnya lebih sering diajukan di ruang kelas: setelah bertahun-tahun belajar, apakah peserta didik benar-benar menjadi lebih mampu berpikir? Pertanyaan ini penting karena pendidikan terlalu mudah diukur dari sesuatu yang tampak: nilai, ijazah, jumlah materi yang selesai disampaikan, jumlah tugas yang dikumpulkan, atau kemampuan menjawab soal ujian. Padahal, pendidikan yan
KavitaMedia
Sep 296 min read


ARTIFICIAL TANPA INTELLIGENCE
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu. Opini | KAVITA Media Net Kita sedang hidup di zaman yang aneh. Manusia menciptakan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat mesin semakin cerdas, tetapi pada saat yang sama justru berisiko membuat manusia semakin malas berpikir. Ironinya, teknologi yang seharusnya memperkuat kecerdasan manusia mulai digunakan sebagai pengganti kecerdasan manusia. Di sinilah persoalannya. Artificial Intelligence tanpa human intelligence hanya akan menjadi artificia
KavitaMedia
Sep 253 min read


PENDIDIKAN MAKIN MODERN, MANUSIA MAKIN TAKUT
Ketika Sekolah dan Kampus Kehilangan Ruang Aman untuk Bertanya, Salah, dan Berbeda Pendidikan sering kali diukur dari apa yang mudah dilihat: gedung yang megah, ruang kelas ber-AC, internet berkecepatan tinggi, laboratorium modern, akreditasi, jumlah lulusan, publikasi, hingga deretan indikator mutu. Semua itu penting. Tetapi ada satu hal yang jauh lebih sulit diukur: apakah manusia yang berada di dalamnya merasa aman untuk menjadi manusia? Sebab mahasiswa bukan sekadar nomor
KavitaMedia
Sep 245 min read


SEKOLAH BUKAN PABRIK NILAI, TETAPI BENGKEL KARAKTER
Belajar dari Jepang: Menempa Karakter dan Kemandirian Sejak Bangku SD Ada bangsa yang mengajarkan anak-anaknya bagaimana mendapatkan nilai tinggi. Ada pula bangsa yang sejak sekolah dasar mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang mampu mengurus dirinya sendiri. Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya pendidikan kita sedang mencetak manusia, atau sekadar memproduksi angka di atas rapor? Jepang memberikan sebuah cermin yang menarik. Di sejumlah sekolah
KavitaMedia
Sep 243 min read


GRADE 12 DIPERSOALKAN: INI BUKAN SEKADAR SOAL IJAZAH, TAPI SOAL LOGIKA KESETARAAN
KAVITA MEDIA NET, Jakarta —Sebuah dokumen pendidikan bisa tampak sederhana: ada nama, institusi, jenjang, tanggal, lalu tanda tangan pejabat berwenang. Tetapi ketika dokumen itu menjadi dasar pengakuan pendidikan seorang Wakil Presiden, pertanyaannya tidak lagi sesederhana selembar kertas. Kini sorotan kembali tertuju pada keterangan “Grade 12 UTS Insearch, Sydney, 2006” yang tercantum dalam surat keterangan kesetaraan pendidikan atas nama Gibran Rakabuming Raka. Persoalannya
KavitaMedia
Sep 233 min read


MENGEMBALIKAN PENDIDIK SEBAGAI PUSAT GRAVITASI INTELEKTUAL
KAVITA MEDIA NET, PENDIDIKAN — OPINI Oleh: Prof. Sigit Setyo Hadi, Ketua Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I) Ada satu pertanyaan yang semakin relevan di tengah perubahan pendidikan hari ini: apakah guru masih menjadi pusat gravitasi intelektual di ruang kelas, atau justru perlahan tersingkir oleh teknologi, algoritma, dan banjir informasi? Kalimat “Mengembalikan Pendidik sebagai Pusat Gravitasi Intelektual” bukan sekadar slogan. Ia adalah kr
KavitaMedia
Sep 223 min read


Sekolah Bisa Ramai, Pendidikan Bisa Sepi
Kita terlalu lama hidup dalam ilusi yang nyaman: bahwa sekolah otomatis berarti pendidikan. Anak masuk gerbang, pakai seragam, duduk rapi, buka buku, catat materi, kerjakan tugas, ikuti ujian, lalu pulang membawa angka. Semua terlihat “baik-baik saja”. Semua terlihat seperti pendidikan. Padahal, yang sering terjadi hanyalah rutinitas administratif yang kebetulan berlangsung di dalam gedung sekolah. Seragam bukan bukti seseorang terdidik.Absensi bukan bukti seseorang belajar.N
KavitaMedia
Sep 203 min read
bottom of page