top of page

Irman Suryadi Apresiasi Kapolri Suyudi Ario Seto: Perang Narkoba Jangan Berhenti di Pengedar, Sikat hingga ke Pabrik!

Oct 23
3 min read

KAVITA MEDIA NET, JAKARTA — Pemberantasan narkotika tidak boleh berhenti pada penangkapan kurir dan pengedar kecil. Jika ingin memutus mata rantai peredaran narkoba hingga ke akarnya, aparat penegak hukum harus membongkar jaringan pemasok, bandar besar, pemodal, laboratorium gelap, hingga pabrik yang memproduksi barang haram tersebut.


Ketua Lembaga Kajian Data dan Informasi Digital (LKDID) KAVITA MEDIA Indonesia, Irman Suryadi, menyampaikan apresiasi terhadap langkah dan komitmen Kapolri Suyudi Ario Seto dalam upaya pemberantasan narkotika. Ia menegaskan, perang melawan narkoba harus dijalankan secara serius, konsisten, dan menyasar seluruh lapisan jaringan kejahatan, bukan sekadar mengejar angka penangkapan.


Menurut Irman, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak cukup diukur dari banyaknya tersangka yang ditangkap atau jumlah barang bukti yang disita. Ukuran yang lebih substantif adalah kemampuan aparat memutus jalur pasokan, mengungkap aliran uang, menelusuri aktor intelektual, serta menghentikan sumber produksi dan distribusi narkotika.


“Jangan hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas. Pengedar di lapangan bisa ditangkap, tetapi jika bandar besar, pemodal, pemasok utama, dan pabriknya tidak disentuh, jaringan narkoba akan terus hidup dan mencari orang baru untuk menggantikan mereka yang tertangkap,” demikian pesan yang ditekankan dalam pandangan tersebut.


Jangan Berhenti pada Kurir dan Pengedar


Irman menilai, jaringan narkotika merupakan ekosistem kejahatan yang terorganisasi. Di dalamnya terdapat rantai produksi, pemasok bahan baku, distribusi, pembiayaan, hingga pihak-pihak yang menikmati keuntungan dari bisnis ilegal tersebut.


Karena itu, penindakan yang hanya berfokus pada kurir dan pengedar di tingkat bawah berisiko tidak menyelesaikan persoalan secara mendasar. Selama sumber pasokan dan pusat kendali jaringan masih beroperasi, peredaran narkoba berpotensi kembali tumbuh meskipun sejumlah pelaku telah dipenjara.


Aparat perlu memperkuat penyelidikan berbasis intelijen, forensik digital, penelusuran transaksi keuangan, serta kerja sama lintas lembaga untuk mengungkap hubungan antara pelaku di lapangan dan aktor yang mengendalikan jaringan dari belakang layar.


“Yang harus diburu bukan hanya orang yang membawa narkoba, tetapi juga pihak yang memproduksi, memasok, membiayai, mengendalikan, dan mengambil keuntungan dari bisnis tersebut,” menjadi prinsip penting dalam mendorong penegakan hukum yang menyentuh akar persoalan.


Pabrik Narkoba Harus Menjadi Sasaran Strategis


Salah satu aspek yang perlu mendapat perhatian serius adalah keberadaan fasilitas produksi narkotika, termasuk laboratorium gelap atau clandestine laboratory. Fasilitas semacam ini, apabila terbukti beroperasi, dapat menjadi sumber pasokan bagi jaringan distribusi yang lebih luas.


Menurut perspektif pemberantasan narkotika yang menyeluruh, pengungkapan fasilitas produksi harus disertai penelusuran pemasok bahan kimia, peralatan, jalur distribusi, pemodal, dan jaringan yang menerima hasil produksinya.


Namun, penindakan tidak boleh berhenti pada penggerebekan lokasi. Aparat juga harus memastikan apakah terdapat jaringan lintas daerah atau lintas negara, transaksi keuangan yang mencurigakan, serta keterlibatan pihak lain yang berperan dalam menjaga kelangsungan operasi.


Pendekatan ini penting agar pengungkapan satu lokasi tidak sekadar menjadi berita besar sesaat, sementara jaringan yang lebih luas tetap berjalan.


Transparansi dan Konsistensi Menjadi Ujian


Irman juga menekankan pentingnya transparansi dalam pelaksanaan pemberantasan narkoba. Publik perlu memperoleh informasi yang memadai mengenai perkembangan perkara, jaringan yang berhasil dibongkar, aset hasil kejahatan yang disita, serta tindak lanjut terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat.


Penegakan hukum harus dilakukan berdasarkan bukti dan proses hukum yang berlaku. Siapa pun yang terbukti terlibat harus diproses tanpa pandang bulu, tanpa perlindungan karena jabatan, kekayaan, maupun kedekatan dengan kekuasaan.


Di sisi lain, evaluasi berkala diperlukan untuk memastikan bahwa operasi pemberantasan narkotika benar-benar berdampak pada penurunan pasokan dan melemahnya jaringan, bukan semata menghasilkan statistik penangkapan.


Perang Narkoba Harus Menyelamatkan Generasi


Bagi Irman, pemberantasan narkotika bukan sekadar urusan kepolisian. Ini menyangkut keselamatan masyarakat, masa depan generasi muda, ketahanan keluarga, dan kualitas sumber daya manusia Indonesia.


Karena itu, langkah penindakan harus berjalan beriringan dengan pencegahan, edukasi, rehabilitasi bagi pengguna yang membutuhkan penanganan medis, serta pemberantasan korupsi dan praktik perlindungan terhadap jaringan narkotika.


Apresiasi terhadap komitmen pemberantasan narkoba, menurut pesan utama yang disampaikan, harus diikuti tuntutan publik agar pelaksanaannya semakin terukur dan menyentuh pusat-pusat kekuatan jaringan kejahatan.


Pesannya tegas: jangan puas ketika kurir tertangkap, sementara pemasok utama masih bebas bergerak. Jangan berhenti ketika barang bukti disita, sementara sumber produksinya belum terungkap. Perang terhadap narkoba harus sampai ke akar hingga bandar, pemodal, jaringan distribusi, dan pabriknya diproses sesuai hukum.


Sebab, keberhasilan sejati bukan sekadar banyaknya pelaku yang masuk tahanan, melainkan ketika ruang gerak jaringan narkotika semakin sempit dan masyarakat semakin terlindungi.


 
 
 

Comments


©2012 Kavita Media. Makassar Sulawesi Selatan

bottom of page