Kapolda Sulsel Rekrut Remaja Pelaku Tawuran Ikuti Diklat di SPN Batua, Dibekali Skill dan Nilai Moral
Program singkat 5-7 hari digelar untuk ubah perilaku dan siapkan mereka memasuki dunia kerja

KAVITA NEDIA NET, Makassar – Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Pol. Muhammad Awal Chairuddin akan merekrut remaja pelaku tawuran untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) singkat di Sekolah Polisi Negara (SPN) Batua, Makassar. Melalui program ini, mereka tidak hanya dibina secara moral, tetapi juga dibekali keterampilan agar siap bekerja di berbagai bidang.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Sulsel saat berdialog dengan warga Kelurahan Tamalanrea di Hotel Grand Puri Indonesia (GPI), Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Rabu (21 Oktober 2026).
“Kita akan buatkan diklat singkat di SPN dulu. Nanti mereka akan dibekali skill dan siap untuk bekerja,” ujar Irjen Muhammad Awal Chairuddin.
Menurutnya, masa diklat direncanakan berlangsung sekitar sepekan, atau antara 5 hingga 7 hari. Selama mengikuti program tersebut, para remaja pelaku tawuran akan mendapatkan pembinaan intensif yang menekankan nilai-nilai kebaikan dan moral.
“Di SPN mungkin berapa hari, 5-7 hari, ditanamkan lagi tentang hal yang baik, dipanggil orang tuanya. Nanti pemateri bisa berpartisipasi, berikan nilai-nilai moral, kalau dia muslim,” jelas Kapolda.
Ia menambahkan, pendekatan pembinaan akan disesuaikan dengan keyakinan masing-masing peserta. “Yang kalau tidak muslim, ditanamkan juga nilai-nilai ketakwaan sesuai agama-agama yang masing-masing. Nanti saya minta saran, berapa hari bagusnya diklat singkat itu,” katanya.
Program ini menjadi bagian dari upaya Polda Sulsel dalam menangani persoalan tawuran di kalangan remaja secara lebih humanis dan edukatif. Selain memberikan efek jera, Kapolda ingin membuka kesempatan bagi para pelaku untuk memperbaiki diri, memiliki bekal keterampilan, serta kembali produktif di tengah masyarakat.
Dengan melibatkan orang tua dan berbagai pemateri, Polda Sulsel berharap program diklat singkat di SPN Batua ini mampu menjadi solusi jangka panjang dalam menekan angka tawuran di Sulawesi Selatan.




Comments