top of page

Mengenal Brigjen TNI Hamim Tohari, M.A., Danrem 143/HO yang Kini Mengemban Tanggung Jawab Strategis di Sulawesi Tenggara

4 days ago
4 min read

KENDARI – Pergantian kepemimpinan di lingkungan Komando Resor Militer (Korem) 143/Halu Oleo menjadi babak baru bagi jajaran TNI Angkatan Darat di Sulawesi Tenggara. Brigadir Jenderal TNI Hamim Tohari, M.A., resmi mengemban amanah sebagai Komandan Korem (Danrem) 143/HO, menggantikan Brigjen TNI Raden Wahyu Sugiarto, S.I.P., M.Han.


Kehadiran Hamim Tohari di Bumi Anoa bukan sekadar pergantian pejabat dalam struktur organisasi militer. Jabatan tersebut menempatkannya pada posisi strategis untuk mengoordinasikan pelaksanaan tugas kewilayahan, menjaga stabilitas keamanan, serta memperkuat hubungan TNI dengan masyarakat di Sulawesi Tenggara.


Penyambutan pejabat baru berlangsung di Markas Korem 143/HO, Kendari, Selasa (3/11/2026). Prosesi berlangsung dengan tradisi militer dan kearifan lokal, mulai dari pengalungan kain khas Sulawesi Tenggara, tarian adat Tolaki, hingga tradisi Pedang Pora dan penciuman Duaja Korem.


Namun, di balik seremoni pergantian kepemimpinan tersebut, publik juga perlu mengenal perjalanan karier dan latar belakang perwira tinggi TNI AD yang kini memimpin satuan teritorial tersebut.


Lulusan Akmil 1994, Berpengalaman di Berbagai Penugasan


Brigjen TNI Hamim Tohari merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran Trenggalek, Jawa Timur, 22 Juli 1971. Ia merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1994 dari kecabangan Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).


Perjalanan karier militernya memperlihatkan pengalaman di sejumlah bidang, mulai dari satuan operasional, intelijen, pendidikan militer, hingga penerangan TNI AD.


Sejumlah jabatan yang pernah diembannya antara lain Komandan Batalyon Arhanud 1/Purwa Bajra Cakti, Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur, Kepala Departemen Sosial dan Bahasa Akademi Militer, serta sejumlah posisi di lingkungan Dinas Penerangan Angkatan Darat dan Pusat Intelijen TNI AD.


Pengalaman tersebut membentuk perjalanan karier Hamim dalam lingkungan organisasi militer yang memiliki karakter penugasan berbeda-beda.


Pada 2020–2021, ia dipercaya menjabat Asisten Intelijen Kasdam XIV/Hasanuddin. Setelah itu, ia mengemban tugas sebagai Kepala Staf Korem 174/Anim Ti Waninggap (ATW) di Merauke pada 2021–2022.


Pengalaman bertugas di wilayah Papua tersebut menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya dalam struktur komando kewilayahan TNI AD.


Pernah Memimpin Dinas Penerangan Angkatan Darat


Salah satu posisi penting dalam perjalanan karier Hamim adalah Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad).


Pada Agustus 2022, ketika masih berpangkat Kolonel Artileri Pertahanan Udara, ia memperoleh promosi menjadi Brigadir Jenderal TNI setelah dipercaya menduduki jabatan Kadispenad.


Jabatan tersebut menempatkannya sebagai salah satu pejabat yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan fungsi penerangan di lingkungan TNI AD.


Bidang penerangan militer memiliki peran penting dalam membangun komunikasi institusi dengan masyarakat, menyampaikan informasi resmi, serta menjaga akurasi informasi mengenai kegiatan dan kebijakan TNI Angkatan Darat.


Pengalaman di bidang komunikasi kelembagaan ini menjadi salah satu sisi menarik dari profil Hamim Tohari. Sebab, kepemimpinan satuan teritorial tidak hanya berhubungan dengan aspek operasi dan keamanan, tetapi juga membutuhkan komunikasi publik yang efektif dan hubungan kelembagaan yang baik.


Setelah meninggalkan jabatan Kadispenad, Hamim dipercaya menjadi Perwira Staf Ahli Tingkat II Kepala Staf Angkatan Darat Bidang Lingkungan Hidup pada 2023. Selanjutnya, ia menjabat Kepala Kelompok Staf Ahli Panglima Kostrad (Kapoksahli Pangkostrad) sebelum memperoleh penugasan sebagai Danrem 143/HO.


Gelar Master of Arts dan Pengalaman Pendidikan


Selain pendidikan militer, Hamim Tohari juga tercatat memiliki gelar akademik Master of Arts (M.A.) dari Norwich University, Amerika Serikat. Latar belakang pendidikan tersebut menjadi bagian dari profil akademiknya di luar jenjang pendidikan militer seperti Seskoad dan Sesko TNI.


Dalam perjalanan pendidikannya, ia tercatat mengikuti pendidikan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) serta Sekolah Staf dan Komando TNI (Sesko TNI).

Kombinasi pendidikan militer dan akademik tersebut merupakan bagian dari bekal yang menyertai perjalanan pengabdiannya di lingkungan TNI AD.


Tantangan Memimpin Korem 143/Halu Oleo


Kini, tantangan yang dihadapi Hamim Tohari berbeda dari penugasan sebelumnya. Sebagai Danrem 143/HO, ia bertanggung jawab memimpin satuan kewilayahan yang memiliki cakupan tugas di Sulawesi Tenggara.


Wilayah ini memiliki karakteristik geografis, sosial, ekonomi, dan keamanan yang beragam. Persoalan stabilitas wilayah, dinamika sosial masyarakat, pengamanan objek vital, serta potensi konflik di tengah masyarakat merupakan sejumlah aspek yang membutuhkan perhatian dalam pelaksanaan tugas kewilayahan.


Di sisi lain, hubungan TNI dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan negara.


Korem tidak hanya dituntut menjalankan fungsi pertahanan dan pembinaan teritorial, tetapi juga membangun koordinasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, serta berbagai elemen masyarakat sesuai tugas dan kewenangannya.


Karena itu, kepemimpinan Danrem tidak cukup diukur dari keberlangsungan kegiatan seremonial dan konsolidasi internal satuan. Ukuran yang lebih substantif terletak pada pelaksanaan tugas, kedisiplinan organisasi, profesionalisme prajurit, serta kemampuan membangun hubungan yang konstruktif dengan masyarakat.


Pergantian Jabatan dan Harapan Publik


Penunjukan Brigjen TNI Hamim Tohari sebagai Danrem 143/HO menandai dimulainya tanggung jawab baru dalam perjalanan karier militernya. Dengan pengalaman di bidang intelijen, operasional, pendidikan, penerangan, dan staf strategis, ia kini menghadapi ruang pengabdian yang memiliki karakteristik tersendiri di Sulawesi Tenggara.


Publik tentu berharap kepemimpinan baru ini dapat memperkuat profesionalisme prajurit, menjaga netralitas TNI, meningkatkan komunikasi dengan masyarakat, serta memastikan pelaksanaan tugas teritorial tetap berada dalam koridor hukum dan konstitusi.


Pada akhirnya, keberhasilan seorang Danrem bukan semata-mata ditentukan oleh panjangnya daftar jabatan yang pernah diemban atau tingginya pangkat yang disandang. Yang lebih penting adalah bagaimana kewenangan dan tanggung jawab tersebut dijalankan untuk menjaga keamanan, memperkuat kepercayaan masyarakat, dan memastikan TNI tetap hadir sebagai institusi negara yang profesional serta dekat dengan rakyat.


Di Bumi Anoa, perjalanan kepemimpinan Brigjen TNI Hamim Tohari kini memasuki babak baru. Rekam jejaknya menjadi bagian dari profil, sedangkan pelaksanaan tugas dan hasil kepemimpinannya di Korem 143/HO akan menjadi tolok ukur yang dapat dinilai masyarakat.


 
 
 

Comments


©2012 Kavita Media. Makassar Sulawesi Selatan

bottom of page