top of page


DI ERA AI, ORANG YANG SEKADAR PINTAR BISA TERSINGKIR: YANG BERTAHAN ADALAH MEREKA YANG MAMPU BERPIKIR
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, Skom MIkom MKom - Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI pada Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I). Ada satu ironi besar dalam revolusi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI): ketika mesin semakin pintar memberikan jawaban, manusia justru semakin dituntut untuk mampu mengajukan pertanyaan yang tepat. Dulu, keunggulan seseorang diukur dari seberapa banyak pengetahuan yang dikuasai, seberapa cepat pekerjaa
KavitaMedia
Oct 257 min read


GELAR TINGGI BELUM TENTU MEMBUAT PIKIRAN TINGGI
Pendidikan bisa memberi seseorang ijazah. Tetapi kecerdasanlah yang menentukan bagaimana ijazah itu digunakan. Jangan terlalu cepat mengira seseorang cerdas hanya karena namanya dipenuhi gelar. Ada orang yang namanya panjang karena gelarnya panjang, tetapi cara berpikirnya masih pendek. Ada pula yang sekolahnya biasa-biasa saja, tetapi ketika berbicara mampu membuat orang bergelar panjang ikut berpikir ulang. Sebab pendidikan dan kecerdasan bukan barang yang sama. Gelar adala
KavitaMedia
Sep 192 min read


Pendidikan dan Keberanian untuk Bertanya
Pendidikan, dalam arti yang paling dasar, adalah usaha manusia memahami pengalaman. Ia berlangsung melalui pancaindra, pikiran, interaksi, kesalahan, keberhasilan, dan kemampuan untuk memaknai kembali apa yang telah dialami. Karena itu, pendidikan tidak pernah menjadi monopoli sekolah. Manusia belajar sejak membuka mata di pagi hari: ketika mengamati lingkungan, berbicara dengan orang lain, menghadapi persoalan, mengalami kegagalan, membuat keputusan, bahkan ketika menyadari
KavitaMedia
Sep 193 min read
bottom of page