top of page


Indonesia Disebut Peringkat Kedua Dunia dalam Publikasi Jurnal Predator, Integritas Akademik di Ujung Tanduk
KAVITA Media Net, Jakarta — Dunia pendidikan tinggi Indonesia menghadapi peringatan serius. Maraknya publikasi ilmiah pada jurnal predator, yang disebut menempatkan Indonesia di posisi kedua dunia, menjadi alarm keras bagi integritas akademik nasional. Persoalan ini bukan lagi sekadar menyangkut kualitas artikel ilmiah, tetapi juga mempertanyakan arah, orientasi, dan kredibilitas sistem pendidikan tinggi Indonesia. Di tengah tuntutan perguruan tinggi untuk meningkatkan produk
KavitaMedia
2 days ago4 min read


EMPAT SKILL WAJIB DI ERA AI: PESAN TEGAS KETUA LSP3I, PENDIDIKAN TAK BOLEH SEKADAR MENCETAK PENGGUNA TEKNOLOGI
JAKARTA — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mampu menulis, menganalisis data, menyusun laporan, hingga menghasilkan karya visual dalam hitungan detik. Di tengah perubahan tersebut, dunia pendidikan menghadapi pertanyaan mendasar: apakah sekolah dan perguruan tinggi sedang mempersiapkan manusia yang mampu berpikir mandiri, atau justru melahirkan generasi yang semakin bergantung pada mesin? Pertanyaan itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Pendidikan di Era
KavitaMedia
Oct 287 min read


INVESTASI PENGETAHUAN BUKAN PILIHAN, MELAINKAN SYARAT BERTAHAN DI ERA KOMPLEKSITAS
Opini Prof. Dr. Sigit Setyo Hadi, M.Ed. Ketua Lembaga Studi, Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I) Kita sedang hidup dalam zaman ketika informasi melimpah, teknologi berkembang pesat, kecerdasan buatan semakin canggih, tetapi kemampuan manusia memahami persoalan tidak otomatis ikut meningkat. Inilah paradoks zaman: akses terhadap informasi semakin mudah, sementara kemampuan memilah kebenaran, membaca konteks, dan mengambil keputusan yang tepat justru menjad
KavitaMedia
Oct 164 min read


TANTANGAN SARJANA DI ERA AI: GELAR TINGGI TAK LAGI MENJAMIN, MENTALITAS BELAJAR JADI PENENTU
Yusrin Ahmad Tosepu: Ketika Sarjana Sibuk Mencari Kerja, Mereka yang Terus Belajar Justru Menciptakan Produk dan Pasar Baru JAKARTA, KAVITA MEDIA — Gelar sarjana, magister, hingga doktor tidak lagi bisa diperlakukan sebagai tiket otomatis menuju kesuksesan. Di tengah percepatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia sedang menghadapi perubahan besar yang menggeser standar kompetensi, cara bekerja, hingga peta persaingan sumber daya manusia. Pesan kritis itu dis
KavitaMedia
Oct 106 min read


Kampus Jangan Sekadar Mengadopsi AI, Bangun Tata Kelola dan Literasinya
Pemanfaatan AI dalam pendidikan harus memperkuat daya kritis, integritas akademik, dan kreativitas mahasiswa. Kampus tidak boleh sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi harus menjadi penjaga nalar, etika, dan tanggung jawab intelektual. Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.IKom., M.Kom. Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI – LSP3I Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah memasuki ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, ruang penelitian, bahkan prose
KavitaMedia
Oct 98 min read


DI ERA AI, KEBODOHAN BUKAN LAGI SEKADAR KETIDAKTAHUAN, TETAPI RISIKO PERADABAN
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.IKom., M.Kom. Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI – LSP3I Ada satu ancaman serius yang kerap luput dari perhatian kita ketika berbicara tentang masa depan bangsa: masyarakat yang semakin mudah mengakses informasi, tetapi belum tentu semakin mampu memahami kebenaran. Informasi berlimpah, teknologi semakin canggih, kecerdasan buatan berkembang pesat, tetapi kemampuan berpikir kritis justru menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh dire
KavitaMedia
Oct 97 min read


PENDIDIKAN JANGAN CUMA MENGAJARKAN JAWABAN, AJARKAN CARA BERPIKIR!
OPINI PENDIDIKAN - Beryl Aspar, M.Pd., Ph.D Ada persoalan mendasar yang layak kita tanyakan kepada dunia pendidikan: setelah bertahun-tahun duduk di bangku sekolah dan perguruan tinggi, apakah peserta didik benar-benar semakin mampu berpikir? Sebab pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal materi, mengerjakan soal, mengejar nilai, lalu mendapatkan ijazah. Kalau setelah lulus seseorang hanya pandai mengulang jawaban dari buku, tetapi gagap ketika menghadapi pers
KavitaMedia
Sep 294 min read


PENDIDIKAN JANGAN BERHENTI PADA HAFALAN: KETIKA SEKOLAH GAGAL MENGAJARKAN CARA BERPIKIR
OPINI PENDIDIKAN — Dr. Mahmud Haris, M.Pd. Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Ada pertanyaan yang seharusnya lebih sering diajukan di ruang kelas: setelah bertahun-tahun belajar, apakah peserta didik benar-benar menjadi lebih mampu berpikir? Pertanyaan ini penting karena pendidikan terlalu mudah diukur dari sesuatu yang tampak: nilai, ijazah, jumlah materi yang selesai disampaikan, jumlah tugas yang dikumpulkan, atau kemampuan menjawab soal ujian. Padahal, pendidikan yan
KavitaMedia
Sep 296 min read
bottom of page