top of page


PENDIDIKAN MAKIN MODERN, MANUSIA MAKIN TAKUT
Ketika Sekolah dan Kampus Kehilangan Ruang Aman untuk Bertanya, Salah, dan Berbeda Pendidikan sering kali diukur dari apa yang mudah dilihat: gedung yang megah, ruang kelas ber-AC, internet berkecepatan tinggi, laboratorium modern, akreditasi, jumlah lulusan, publikasi, hingga deretan indikator mutu. Semua itu penting. Tetapi ada satu hal yang jauh lebih sulit diukur: apakah manusia yang berada di dalamnya merasa aman untuk menjadi manusia? Sebab mahasiswa bukan sekadar nomor
KavitaMedia
Sep 245 min read


KETIKA AI MULAI MENJADI TEMAN SEKALIGUS PENGKRITIK ILMUWAN
“AI boleh membantu menemukan ilmu. Tetapi jangan sampai manusia kehilangan kemampuan untuk mempertanyakan kebenarannya.” Dulu manusia menggunakan AI untuk mencari jawaban. Kini pertanyaannya mulai berubah: bagaimana jika AI ikut mencari pertanyaan yang belum pernah terpikirkan manusia? Perkembangan kecerdasan buatan sedang memasuki wilayah yang jauh lebih serius daripada sekadar chatbot, mesin pencari, atau alat bantu menulis. AI mulai digunakan dalam proses penelitian ilmiah
KavitaMedia
Sep 242 min read


AI MAKIN CERDAS, MANUSIA JUSTru BERISIKO MAKIN MALAS BERPIKIR
KAVITA MEDIA , TEKNOLOGI - OPINI: Alfian Ali, ST. MT. Ph.D Bahaya terbesar kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) mungkin bukan ketika mesin mulai mampu mengerjakan pekerjaan manusia. Bahaya yang jauh lebih serius justru muncul ketika manusia mulai kehilangan kebutuhan untuk berubah, belajar, memahami, dan berpikir karena hampir semua proses kognitif dapat diserahkan kepada mesin. Inilah paradoks besar era AI. Teknologi yang seharusnya memperluas kemampuan manusia be
KavitaMedia
Sep 225 min read


MENGEMBALIKAN PENDIDIK SEBAGAI PUSAT GRAVITASI INTELEKTUAL
KAVITA MEDIA NET, PENDIDIKAN — OPINI Oleh: Prof. Sigit Setyo Hadi, Ketua Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I) Ada satu pertanyaan yang semakin relevan di tengah perubahan pendidikan hari ini: apakah guru masih menjadi pusat gravitasi intelektual di ruang kelas, atau justru perlahan tersingkir oleh teknologi, algoritma, dan banjir informasi? Kalimat “Mengembalikan Pendidik sebagai Pusat Gravitasi Intelektual” bukan sekadar slogan. Ia adalah kr
KavitaMedia
Sep 223 min read


KEBERANIAN INTELEKTUAL: BERANI BICARA ITU MUDAH, BERANI MENGAKUI SALAH ITU YANG SULIT
OPINI KAVITA MEDIA Kita sedang hidup di zaman yang aneh. Semakin banyak orang berbicara, tetapi tidak selalu semakin banyak orang berpikir. Semua orang merasa berhak punya pendapat. Itu tentu bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah ketika pendapat diperlakukan seperti fakta, keyakinan dianggap sebagai bukti, dan suara paling keras diposisikan seolah-olah paling benar. Di media sosial, orang bisa membuat kesimpulan hanya dari satu potongan video. Membaca satu judul, lalu me
KavitaMedia
Sep 222 min read


GELAR TINGGI BELUM TENTU MEMBUAT PIKIRAN TINGGI
Pendidikan bisa memberi seseorang ijazah. Tetapi kecerdasanlah yang menentukan bagaimana ijazah itu digunakan. Jangan terlalu cepat mengira seseorang cerdas hanya karena namanya dipenuhi gelar. Ada orang yang namanya panjang karena gelarnya panjang, tetapi cara berpikirnya masih pendek. Ada pula yang sekolahnya biasa-biasa saja, tetapi ketika berbicara mampu membuat orang bergelar panjang ikut berpikir ulang. Sebab pendidikan dan kecerdasan bukan barang yang sama. Gelar adala
KavitaMedia
Sep 192 min read
bottom of page