top of page


Pendidikan Kita Tidak Baik-Baik Saja: Ketika Guru Takut Menegakkan Disiplin dan Sekolah Kehilangan Wibawa
Kondisi dunia pendidikan kian memunculkan alarm serius. Relasi antara guru, murid, dan orang tua mengalami pergeseran tajam, di mana guru yang seharusnya menjadi pilar pembentukan karakter justru berada dalam posisi serba takut saat menegakkan aturan. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa pendidikan tidak lagi berfokus pada pembentukan adab dan akhlak, melainkan sekadar transfer ilmu, sementara disiplin kerap disalahartikan sebagai kekerasan dan teguran dianggap sebagai
KavitaMedia
Feb 222 min read


Gratis Kuliah Rp 183 Triliun per Tahun: Ambisi Besar Prabowo Diuji Realitas Fiskal
Rencana Presiden Prabowo Subianto menggratiskan biaya kuliah terungkap membutuhkan anggaran fantastis di tengah tekanan APBN dan banyaknya prioritas nasional lain. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto bersama Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan, program tersebut membutuhkan anggaran sekitar Rp 183 triliun per tahun. Wacana ini memunculkan pertanyaan krusial: apakah kebijakan tersebut realistis secara fiskal atau se
KavitaMedia
Feb 112 min read


Paradoks Pendidikan Nasional: Dari Kejelasan Arah Orde Baru ke Kebingungan Era Reformasi
Era reformasi menghadirkan paradoks. Akses pendidikan meluas, teknologi digital merasuk ke ruang kelas, anggaran pendidikan meningkat signifikan, dan kebebasan akademik terbuka lebar. Namun, capaian kualitas dinilai tidak sebanding. Perdebatan tentang kualitas pendidikan nasional kembali mengemuka. Sejumlah kalangan menilai, era Orde Baru justru mencatat capaian pendidikan terbaik sepanjang sejarah Indonesia, sementara era reformasi meski ditopang teknologi canggih dan anggar
KavitaMedia
Feb 82 min read


Pendidikan sejati bukan sekadar mencetak kaum intelektual, tetapi membentuk manusia yang mampu berpikir, bersikap dan bertindak
Di tengah euforia angka kelulusan, akreditasi, dan perburuan gelar akademik, makna pendidikan kian menyempit. Pendidikan direduksi menjadi mesin pencetak kaum intelektual—cerdas secara kognitif, tetapi kerap tumpul secara etika dan sosial. Padahal, hakikat pendidikan sejati bukan hanya soal kemampuan berpikir, melainkan juga pembentukan sikap dan keberanian bertindak secara bertanggung jawab. Fenomena ini tercermin dari banyaknya lulusan berpendidikan tinggi yang terjerat kas
KavitaMedia
Feb 12 min read
bottom of page