top of page


EMPAT SKILL WAJIB DI ERA AI: PESAN TEGAS KETUA LSP3I, PENDIDIKAN TAK BOLEH SEKADAR MENCETAK PENGGUNA TEKNOLOGI
JAKARTA — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mampu menulis, menganalisis data, menyusun laporan, hingga menghasilkan karya visual dalam hitungan detik. Di tengah perubahan tersebut, dunia pendidikan menghadapi pertanyaan mendasar: apakah sekolah dan perguruan tinggi sedang mempersiapkan manusia yang mampu berpikir mandiri, atau justru melahirkan generasi yang semakin bergantung pada mesin? Pertanyaan itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Pendidikan di Era
KavitaMedia
Oct 287 min read


ERA AI MENGUBAH SEGALANYA: GELAR SARJANA TAK LAGI MENJAMIN KESUKSESAN
Percepatan kecerdasan buatan mengubah standar kompetensi dan dunia kerja. Perguruan tinggi dituntut melampaui budaya mengejar ijazah dengan membangun kemampuan berpikir kritis, adaptasi teknologi, dan pembelajaran sepanjang hayat. KAVITA MEDIA NET, MAKASSAR — Gelar akademik sarjana, magister, hingga doktor tidak lagi bisa diperlakukan sebagai tiket otomatis menuju kesuksesan. Di tengah percepatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia sedang menghadapi perubah
KavitaMedia
Oct 114 min read


TANTANGAN SARJANA DI ERA AI: GELAR TINGGI TAK LAGI MENJAMIN, MENTALITAS BELAJAR JADI PENENTU
Yusrin Ahmad Tosepu: Ketika Sarjana Sibuk Mencari Kerja, Mereka yang Terus Belajar Justru Menciptakan Produk dan Pasar Baru JAKARTA, KAVITA MEDIA — Gelar sarjana, magister, hingga doktor tidak lagi bisa diperlakukan sebagai tiket otomatis menuju kesuksesan. Di tengah percepatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia sedang menghadapi perubahan besar yang menggeser standar kompetensi, cara bekerja, hingga peta persaingan sumber daya manusia. Pesan kritis itu dis
KavitaMedia
Oct 106 min read


PENDIDIKAN JANGAN CUMA MENGAJARKAN JAWABAN, AJARKAN CARA BERPIKIR!
OPINI PENDIDIKAN - Beryl Aspar, M.Pd., Ph.D Ada persoalan mendasar yang layak kita tanyakan kepada dunia pendidikan: setelah bertahun-tahun duduk di bangku sekolah dan perguruan tinggi, apakah peserta didik benar-benar semakin mampu berpikir? Sebab pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal materi, mengerjakan soal, mengejar nilai, lalu mendapatkan ijazah. Kalau setelah lulus seseorang hanya pandai mengulang jawaban dari buku, tetapi gagap ketika menghadapi pers
KavitaMedia
Sep 294 min read


PENDIDIKAN JANGAN BERHENTI PADA HAFALAN: KETIKA SEKOLAH GAGAL MENGAJARKAN CARA BERPIKIR
OPINI PENDIDIKAN — Dr. Mahmud Haris, M.Pd. Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Ada pertanyaan yang seharusnya lebih sering diajukan di ruang kelas: setelah bertahun-tahun belajar, apakah peserta didik benar-benar menjadi lebih mampu berpikir? Pertanyaan ini penting karena pendidikan terlalu mudah diukur dari sesuatu yang tampak: nilai, ijazah, jumlah materi yang selesai disampaikan, jumlah tugas yang dikumpulkan, atau kemampuan menjawab soal ujian. Padahal, pendidikan yan
KavitaMedia
Sep 296 min read


PENDIDIKAN MAKIN MODERN, MANUSIA MAKIN TAKUT
Ketika Sekolah dan Kampus Kehilangan Ruang Aman untuk Bertanya, Salah, dan Berbeda Pendidikan sering kali diukur dari apa yang mudah dilihat: gedung yang megah, ruang kelas ber-AC, internet berkecepatan tinggi, laboratorium modern, akreditasi, jumlah lulusan, publikasi, hingga deretan indikator mutu. Semua itu penting. Tetapi ada satu hal yang jauh lebih sulit diukur: apakah manusia yang berada di dalamnya merasa aman untuk menjadi manusia? Sebab mahasiswa bukan sekadar nomor
KavitaMedia
Sep 245 min read


SEKOLAH BUKAN PABRIK NILAI, TETAPI BENGKEL KARAKTER
Belajar dari Jepang: Menempa Karakter dan Kemandirian Sejak Bangku SD Ada bangsa yang mengajarkan anak-anaknya bagaimana mendapatkan nilai tinggi. Ada pula bangsa yang sejak sekolah dasar mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang mampu mengurus dirinya sendiri. Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya pendidikan kita sedang mencetak manusia, atau sekadar memproduksi angka di atas rapor? Jepang memberikan sebuah cermin yang menarik. Di sejumlah sekolah
KavitaMedia
Sep 243 min read


Pendidikan dan Keberanian untuk Bertanya
Pendidikan, dalam arti yang paling dasar, adalah usaha manusia memahami pengalaman. Ia berlangsung melalui pancaindra, pikiran, interaksi, kesalahan, keberhasilan, dan kemampuan untuk memaknai kembali apa yang telah dialami. Karena itu, pendidikan tidak pernah menjadi monopoli sekolah. Manusia belajar sejak membuka mata di pagi hari: ketika mengamati lingkungan, berbicara dengan orang lain, menghadapi persoalan, mengalami kegagalan, membuat keputusan, bahkan ketika menyadari
KavitaMedia
Sep 193 min read


Copy-Paste dari AI: Mencari Arti Pendidikan di Era Kecerdasan Buatan
Oleh : Dr. Sapri Mardan (Pengamat Pendidikan LSP3I) Bayangkan seorang siswa mendapat tugas membuat esai sejarah dua halaman. Ia tidak lagi membuka buku paket atau mencatat poin-poin penting. Ia membuka ChatGPT , atau beralih ke Google Gemini , bahkan menggunakan Microsoft Copilot . Ia mengetik satu perintah singkat. Dalam 30 detik, esai selesai rapi, sistematis, lengkap dengan kesimpulan. Fenomena ini bukan fiksi. AI kini mampu meringkas buku, menjawab soal matematika, menyus
KavitaMedia
Feb 253 min read


Gelar Tinggi, Nalar Rendah? Pendidikan Tinggi di Era 5.0 Sedang Diuji
Oleh : Yusrin Ahmad Tosepu (Ketua Studi, kajian dan Riset Lembaga Pengkajian dan Penembangan Pendidikan Indonesia - LSP3I) Di era 5.0, ketika kecerdasan buatan mampu menjawab soal dalam hitungan detik, kampus tak lagi diuji oleh seberapa banyak teori yang diajarkan, melainkan seberapa kuat ia membentuk cara berpikir mahasiswa. Gelar akademik tak cukup menjadi ukuran. Yang menentukan adalah kemampuan dosen menyalakan nalar kritis, membangun keberanian bertanya, dan melatih ma
KavitaMedia
Feb 242 min read
bottom of page