Mendiktisaintek Dorong PTN BH Perkuat Budaya Riset, Kolaborasi BRIN Terus Diperluas

KAVITA Media Net, Jakarta — Sebanyak 23 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) dengan total 174 delegasi mengikuti Forum Dialog Strategis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)-Majelis Senat Akademik (MSA) PTN BH di Gedung Widya Graha BRIN, Selasa (29/9). Forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat budaya riset dan memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, BRIN, serta dunia industri.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mendorong PTN BH menempatkan riset sebagai salah satu fondasi utama pengembangan perguruan tinggi. Menurutnya, penguatan ekosistem riset tidak cukup hanya melalui peningkatan jumlah penelitian, tetapi juga membutuhkan pengembangan talenta, infrastruktur, dan tata kelola penelitian yang lebih baik.
Brian menilai peningkatan jumlah mahasiswa pascasarjana menjadi salah satu langkah strategis karena kelompok tersebut memiliki peran penting dalam menopang keberlanjutan kegiatan riset di perguruan tinggi.
“Presiden Republik Indonesia berkata bahwa kampus adalah otak dari bangsa kita. Dan mahasiswa pascasarjana adalah aset terbaik untuk riset kita. Saya berharap kampus-kampus bisa terus mengembangkan jumlah mahasiswa pascasarjana, di sanalah riset akan menjadi kuat,” ujar Brian.
Selain pengembangan mahasiswa pascasarjana, PTN BH didorong memperkuat laboratorium dan membangun sistem manajemen riset yang mampu mendukung produktivitas dosen serta peneliti. Tata kelola penelitian dinilai penting agar kegiatan riset tidak berhenti pada produksi publikasi, tetapi dapat berkembang menjadi inovasi yang memiliki manfaat lebih luas.
Kolaborasi dengan BRIN dan industri juga menjadi bagian penting dari agenda tersebut. Hasil penelitian dan inovasi dari perguruan tinggi diharapkan dapat dikembangkan melalui kemitraan strategis sehingga memiliki peluang lebih besar untuk diterapkan dan memberikan dampak bagi masyarakat maupun perekonomian.
2.300 Mahasiswa Terlibat Program Pendidikan Berbasis Riset
Kolaborasi BRIN dan perguruan tinggi sebelumnya telah berjalan melalui sejumlah program pengembangan talenta. BRIN tercatat bekerja sama dengan 14 PTN BH melalui program pendidikan berbasis riset yang melibatkan lebih dari 2.300 mahasiswa.
Sekitar 60 persen peserta merupakan mahasiswa program doktor (S3). Selain itu, sebanyak 1.150 peserta berasal dari kalangan dosen perguruan tinggi, sementara lebih dari 630 peserta tercatat mengikuti program riset postdoctoral.
Data tersebut menunjukkan bahwa hubungan antara lembaga riset nasional dan perguruan tinggi tidak hanya diarahkan pada kerja sama kelembagaan, tetapi juga pengembangan sumber daya manusia yang menjadi basis keberlanjutan ekosistem riset.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan penguatan riset dan inovasi perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing nasional. Menurutnya, kapasitas inovasi memiliki keterkaitan erat dengan kualitas sumber daya manusia, pendidikan tinggi, produktivitas, dan pertumbuhan ekonomi.
“Sumber daya manusia dan inovasi adalah kunci bagi kemajuan ekonomi semua negara. Perguruan tinggi yang masuk Top 200 dunia, hampir dipastikan memiliki Global Score Innovation Index, GDP per kapita, dan indeks PISA yang tinggi,” kata Arif.
Ia menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pendidikan tinggi perlu menjadi perhatian karena keduanya dapat memperkuat kapasitas inovasi dan riset nasional.
Dari Talenta hingga Infrastruktur Riset
Forum Dialog Strategis BRIN-MSA PTN BH merupakan bagian dari rangkaian Sidang Paripurna MSA PTN BH. Pertemuan tersebut mempertemukan delegasi dari 23 PTN BH untuk membahas penguatan ekosistem riset dan inovasi secara lebih terintegrasi.
Kerja sama yang dibangun diarahkan tidak hanya pada penelitian bersama, tetapi juga mencakup pengembangan talenta, mobilitas peneliti dan akademisi, pemanfaatan bersama infrastruktur riset, penguatan budaya dan etika akademik, serta pengembangan jejaring riset nasional dan global.
Langkah tersebut mencerminkan kebutuhan untuk membangun ekosistem penelitian yang tidak berjalan secara terpisah antara lembaga riset dan perguruan tinggi. Kapasitas BRIN, sumber daya manusia perguruan tinggi, serta dukungan industri diharapkan dapat dihubungkan dalam satu ekosistem kolaborasi yang lebih produktif.
Sebagai tindak lanjut forum, kolaborasi konkret BRIN dengan perguruan tinggi akan diperkuat melalui kerja sama dengan tujuh PTN BH serta 17 perguruan tinggi negeri dan swasta.
Penguatan kerja sama tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembangunan ekosistem riset dan inovasi nasional yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu menghasilkan penelitian dan inovasi yang memiliki dampak nyata bagi pembangunan Indonesia.
#Mendiktisaintek #BrianYuliarto #PendidikanTinggi #PTNBH #RisetIndonesia #BudayaRiset #EkosistemRiset #BRIN #InovasiIndonesia #PendidikanIndonesia #PerguruanTinggi #MahasiswaPascasarjana #PenelitianIndonesia #TalentaRiset #DosenIndonesia #PenelitiIndonesia #KolaborasiRiset #IndustriDanPendidikan #SainsDanTeknologi #EkosistemInovasi #TransformasiPendidikan #SDMIndonesia #KampusIndonesia #KavitaMedia #KavitaMediaNet




Comments