top of page


SEKOLAH DI JEPANG: MURID MEMBERSIHKAN KELAS, TOILET, DAN LINGKUNGAN SEKOLAH SENDIRI. BUKAN SEKADAR KEBERSIHAN, TETAPI PENDIDIKAN KARAKTER SEJAK DINI
Soji - Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara terjadwal KAVITA Media Net — Ada satu praktik pendidikan di Jepang yang menarik untuk dipelajari, terutama ketika membandingkannya dengan budaya pengelolaan sekolah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di banyak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Jepang, kegiatan membersihkan lingkungan sekolah bukan sepenuhnya diserahkan kepada petugas kebersihan profesional. Justru, para siswa menjadi bagian pentin
KavitaMedia
2 days ago5 min read


Mahasiswa Rantau di Makassar: Belajar Bahasa, Memahami Budaya, Menemukan Rumah di Tanah Orang
Oleh: Muh. Erwin Adriansyah - Mahasiswa Fakultas Teknik Unhas Asal Palu KAVITA Media Net — Merantau untuk kuliah bukan sekadar berpindah tempat dari kampung halaman ke kota tujuan. Bagi mahasiswa yang datang ke Makassar dari berbagai daerah di Indonesia, merantau adalah perjalanan panjang untuk belajar mandiri, memahami perbedaan, menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, dan menemukan cara untuk merasa diterima di tengah masyarakat yang memiliki bahasa serta kebudayaan yang
KavitaMedia
Oct 255 min read


PENDIDIKAN JANGAN BERHENTI PADA HAFALAN: KETIKA SEKOLAH GAGAL MENGAJARKAN CARA BERPIKIR
OPINI PENDIDIKAN — Dr. Mahmud Haris, M.Pd. Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Ada pertanyaan yang seharusnya lebih sering diajukan di ruang kelas: setelah bertahun-tahun belajar, apakah peserta didik benar-benar menjadi lebih mampu berpikir? Pertanyaan ini penting karena pendidikan terlalu mudah diukur dari sesuatu yang tampak: nilai, ijazah, jumlah materi yang selesai disampaikan, jumlah tugas yang dikumpulkan, atau kemampuan menjawab soal ujian. Padahal, pendidikan yan
KavitaMedia
Sep 296 min read


SEKOLAH BUKAN PABRIK NILAI, TETAPI BENGKEL KARAKTER
Belajar dari Jepang: Menempa Karakter dan Kemandirian Sejak Bangku SD Ada bangsa yang mengajarkan anak-anaknya bagaimana mendapatkan nilai tinggi. Ada pula bangsa yang sejak sekolah dasar mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang mampu mengurus dirinya sendiri. Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya pendidikan kita sedang mencetak manusia, atau sekadar memproduksi angka di atas rapor? Jepang memberikan sebuah cermin yang menarik. Di sejumlah sekolah
KavitaMedia
Sep 243 min read


Sekolah Bisa Ramai, Pendidikan Bisa Sepi
Kita terlalu lama hidup dalam ilusi yang nyaman: bahwa sekolah otomatis berarti pendidikan. Anak masuk gerbang, pakai seragam, duduk rapi, buka buku, catat materi, kerjakan tugas, ikuti ujian, lalu pulang membawa angka. Semua terlihat “baik-baik saja”. Semua terlihat seperti pendidikan. Padahal, yang sering terjadi hanyalah rutinitas administratif yang kebetulan berlangsung di dalam gedung sekolah. Seragam bukan bukti seseorang terdidik.Absensi bukan bukti seseorang belajar.N
KavitaMedia
Sep 203 min read


GELAR TINGGI BELUM TENTU MEMBUAT PIKIRAN TINGGI
Pendidikan bisa memberi seseorang ijazah. Tetapi kecerdasanlah yang menentukan bagaimana ijazah itu digunakan. Jangan terlalu cepat mengira seseorang cerdas hanya karena namanya dipenuhi gelar. Ada orang yang namanya panjang karena gelarnya panjang, tetapi cara berpikirnya masih pendek. Ada pula yang sekolahnya biasa-biasa saja, tetapi ketika berbicara mampu membuat orang bergelar panjang ikut berpikir ulang. Sebab pendidikan dan kecerdasan bukan barang yang sama. Gelar adala
KavitaMedia
Sep 192 min read


Pendidikan Kita Tidak Baik-Baik Saja: Ketika Guru Takut Menegakkan Disiplin dan Sekolah Kehilangan Wibawa
Kondisi dunia pendidikan kian memunculkan alarm serius. Relasi antara guru, murid, dan orang tua mengalami pergeseran tajam, di mana guru yang seharusnya menjadi pilar pembentukan karakter justru berada dalam posisi serba takut saat menegakkan aturan. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa pendidikan tidak lagi berfokus pada pembentukan adab dan akhlak, melainkan sekadar transfer ilmu, sementara disiplin kerap disalahartikan sebagai kekerasan dan teguran dianggap sebagai
KavitaMedia
Feb 222 min read
bottom of page