top of page


SEKOLAH DI JEPANG: MURID MEMBERSIHKAN KELAS, TOILET, DAN LINGKUNGAN SEKOLAH SENDIRI. BUKAN SEKADAR KEBERSIHAN, TETAPI PENDIDIKAN KARAKTER SEJAK DINI
Soji - Kegiatan bersih-bersih yang dilakukan secara terjadwal KAVITA Media Net — Ada satu praktik pendidikan di Jepang yang menarik untuk dipelajari, terutama ketika membandingkannya dengan budaya pengelolaan sekolah di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di banyak sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di Jepang, kegiatan membersihkan lingkungan sekolah bukan sepenuhnya diserahkan kepada petugas kebersihan profesional. Justru, para siswa menjadi bagian pentin
KavitaMedia
2 days ago5 min read


SEKOLAH JANGAN JADI PABRIK KEPATUHAN: IJAZAH BERTAMBAH, NALAR KRITIS KE MANA?
Oleh : Hamzah Firdaus, M.Edu. PhD. - Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Sejak kecil, anak-anak kita memasuki sekolah dengan rasa ingin tahu yang besar. Mereka bertanya tentang segala sesuatu, membongkar mainan untuk mengetahui cara kerjanya, mempertanyakan hal-hal yang belum mereka pahami, dan berani membayangkan sesuatu yang belum pernah mereka lihat. Namun, setelah bertahun-tahun menjalani pendidikan, muncul pertanyaan yang tidak nyaman: apakah sekolah berhasil memelih
KavitaMedia
Oct 166 min read


MENARA GADING YANG RETAK: GELAR SARJANA DAN IRONI PENGANGGURAN TERDIDIK
Oleh: Tim Redaksi Kavita Media Gelar sarjana pernah menjadi simbol harapan, kebanggaan keluarga, dan tiket menuju kehidupan yang lebih baik. Namun, ketika ijazah semakin banyak sementara pekerjaan yang layak sulit diperoleh, muncul pertanyaan mendasar: apakah pendidikan tinggi masih menjadi jalan mobilitas sosial, atau justru melahirkan ironi baru bernama pengangguran terdidik? Di balik gemerlap wisuda, toga, dan pidato tentang masa depan gemilang, ada persoalan yang tidak bo
KavitaMedia
Oct 105 min read


PENDIDIKAN MAKIN MODERN, MANUSIA MAKIN TAKUT
Ketika Sekolah dan Kampus Kehilangan Ruang Aman untuk Bertanya, Salah, dan Berbeda Pendidikan sering kali diukur dari apa yang mudah dilihat: gedung yang megah, ruang kelas ber-AC, internet berkecepatan tinggi, laboratorium modern, akreditasi, jumlah lulusan, publikasi, hingga deretan indikator mutu. Semua itu penting. Tetapi ada satu hal yang jauh lebih sulit diukur: apakah manusia yang berada di dalamnya merasa aman untuk menjadi manusia? Sebab mahasiswa bukan sekadar nomor
KavitaMedia
Sep 245 min read


SEKOLAH BUKAN PABRIK NILAI, TETAPI BENGKEL KARAKTER
Belajar dari Jepang: Menempa Karakter dan Kemandirian Sejak Bangku SD Ada bangsa yang mengajarkan anak-anaknya bagaimana mendapatkan nilai tinggi. Ada pula bangsa yang sejak sekolah dasar mengajarkan bagaimana menjadi manusia yang mampu mengurus dirinya sendiri. Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan bertanya: sebenarnya pendidikan kita sedang mencetak manusia, atau sekadar memproduksi angka di atas rapor? Jepang memberikan sebuah cermin yang menarik. Di sejumlah sekolah
KavitaMedia
Sep 243 min read


MENGEMBALIKAN PENDIDIK SEBAGAI PUSAT GRAVITASI INTELEKTUAL
KAVITA MEDIA NET, PENDIDIKAN — OPINI Oleh: Prof. Sigit Setyo Hadi, Ketua Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan Indonesia (LSP3I) Ada satu pertanyaan yang semakin relevan di tengah perubahan pendidikan hari ini: apakah guru masih menjadi pusat gravitasi intelektual di ruang kelas, atau justru perlahan tersingkir oleh teknologi, algoritma, dan banjir informasi? Kalimat “Mengembalikan Pendidik sebagai Pusat Gravitasi Intelektual” bukan sekadar slogan. Ia adalah kr
KavitaMedia
Sep 223 min read


Era AI, Apakah Guru dan Dosen Siap Berubah atau Tertinggal?
Perkembangan teknologi digital telah mengubah hampir semua aspek kehidupan manusia, termasuk dunia pendidikan. Internet, kecerdasan buatan, dan berbagai platform pembelajaran daring telah membuat informasi tersedia secara instan. Di tengah perubahan ini, muncul pertanyaan yang semakin sering terdengar: apa sebenarnya peran guru dan dosen di era AI? Dulu, guru dan dosen dipandang sebagai sumber utama pengetahuan. Mahasiswa dan siswa datang ke kelas untuk mendapatkan informasi
KavitaMedia
Mar 152 min read


Murid Melawan Guru: Alarm Keras Gagalnya Kebijakan Pendidikan
Fenomena siswa melawan atau membantah guru semakin sering muncul di ruang kelas. Banyak pihak buru-buru menyalahkan anak didik, menyebutnya sebagai generasi yang tidak beretika atau kehilangan rasa hormat. Namun jika dilihat lebih dalam, persoalan ini bukan sekadar masalah perilaku siswa. Ini adalah cermin dari kegagalan sistem pendidikan yang terlalu lama dibiarkan rapuh. Selama bertahun-tahun, kebijakan pendidikan lebih sibuk mengubah kurikulum, mengganti istilah program, d
KavitaMedia
Mar 142 min read


Gelar Tinggi, Nalar Rendah? Pendidikan Tinggi di Era 5.0 Sedang Diuji
Oleh : Yusrin Ahmad Tosepu (Ketua Studi, kajian dan Riset Lembaga Pengkajian dan Penembangan Pendidikan Indonesia - LSP3I) Di era 5.0, ketika kecerdasan buatan mampu menjawab soal dalam hitungan detik, kampus tak lagi diuji oleh seberapa banyak teori yang diajarkan, melainkan seberapa kuat ia membentuk cara berpikir mahasiswa. Gelar akademik tak cukup menjadi ukuran. Yang menentukan adalah kemampuan dosen menyalakan nalar kritis, membangun keberanian bertanya, dan melatih ma
KavitaMedia
Feb 242 min read


Tantangan, Peluang, dan Hambatan Pendidikan Tinggi Indonesia di Era Society 5.0
Oleh : Yusrin Ahmad Tosepu (Ketua Studi, kajian dan Riset Lembaga Pengkajian dan Penembangan Pendidikan Indonesia - LSP3I) Di tengah gelombang revolusi teknologi kecerdasan buatan, big data, dan otomatisasi, pendidikan tinggi Indonesia berdiri di persimpangan sejarah. Era Society 5.0, konsep yang dipopulerkan oleh Pemerintah Jepang menuntut kampus tidak lagi sekadar menjadi ruang kuliah dan produksi ijazah, tetapi pusat inovasi, riset terapan, dan pencetak talenta digital ya
KavitaMedia
Feb 243 min read


Pendidikan Terpinggirkan, Guru Terabaikan: Mengapa Profesi Pendidik Seolah Dianaktirikan di Indonesia?
Di tengah gencarnya narasi “bonus demografi” dan visi Indonesia Emas 2045, realitas di lapangan justru menunjukkan ironi: sektor pendidikan masih kerap berada di pinggir prioritas kebijakan. Lebih memprihatinkan lagi, profesi guru yang seharusnya menjadi tulang punggung pembangunan sumber daya manusia sering kali diposisikan sebagai pekerjaan dengan beban tinggi, namun penghargaan rendah, baik secara ekonomi, sosial, maupun struktural. Pendidikan dan Profesi Guru Dianaktirika
KavitaMedia
Feb 223 min read


Pendidikan Kita Tidak Baik-Baik Saja: Ketika Guru Takut Menegakkan Disiplin dan Sekolah Kehilangan Wibawa
Kondisi dunia pendidikan kian memunculkan alarm serius. Relasi antara guru, murid, dan orang tua mengalami pergeseran tajam, di mana guru yang seharusnya menjadi pilar pembentukan karakter justru berada dalam posisi serba takut saat menegakkan aturan. Fenomena ini memunculkan kekhawatiran bahwa pendidikan tidak lagi berfokus pada pembentukan adab dan akhlak, melainkan sekadar transfer ilmu, sementara disiplin kerap disalahartikan sebagai kekerasan dan teguran dianggap sebagai
KavitaMedia
Feb 222 min read


KH. Ahmad Dahlan: Pelopor Pembaruan Pendidikan Islam dan Fondasi Modernisasi Pendidikan Indonesia
Di saat kolonialisme membiarkan rakyat pribumi terkungkung kebodohan dan sebagian ulama menolak ilmu Barat mentah-mentah, Ahmad Dahlan justru mengambil langkah berani: menyatukan Islam dan sains dalam satu ruang belajar sederhana. Dari teras rumahnya, ia menantang cara pandang lama, melawan stagnasi, dan meletakkan fondasi pendidikan modern yang kelak mengguncang arah masa depan bangsa. Di awal abad ke-20, ketika sebagian kalangan keagamaan memandang ilmu Barat sebagai ancama
KavitaMedia
Feb 212 min read


Kesejahteraan dan Kualitas Guru: Ujung Tombak yang Terus Dibiarkan Rentan
Guru selalu disebut sebagai “ujung tombak” pendidikan. Namun di balik retorika itu, realitas di lapangan justru menunjukkan ironi yang tajam: mereka yang menjadi penentu kualitas generasi bangsa justru berada pada posisi paling rapuh secara ekonomi, status hukum, dan beban kerja. Nasib Guru Honorer: Janji yang Tak Kunjung Tuntas Masalah pengangkatan guru honorer menjadi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) tak pernah benar-benar selesai. Setiap tahun, pemerintah
KavitaMedia
Feb 212 min read


Prof. Zakiah Daradjat, Sosok yang Memperjuangkannya Ijazah Madrasah Hingga Diakui Negara
Pernah ada masa ketika ijazah madrasah dipandang sebelah mata. Bukan karena kualitas muridnya rendah, tetapi karena sistem negara belum sepenuhnya memberi pengakuan yang adil. Dalam struktur pendidikan nasional era 1960–awal 1970-an, madrasah kerap diposisikan sebagai “pelengkap” pendidikan agama, bukan sebagai jalur akademik yang setara dengan sekolah umum. Akibatnya konkret: lulusan madrasah sering kesulitan melanjutkan ke perguruan tinggi umum. Cita-cita menjadi dokter, in
KavitaMedia
Feb 183 min read


Kurikulum Berganti, Guru Terpinggirkan: Pendidikan Indonesia Antara Aturan dan Realita
Dr. Ruslan Bahtiar, M.Pd (Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I) Kurikulum terus berganti, jargon “progresif” dan “visioner” selalu dipasang di atas kertas, tapi guru di lapangan tetap kebingungan. Negara berbicara sebagai pakar, sementara mereka yang paling memahami murid guru cuma dijadikan “pelaksana perintah.” Hasilnya? Pendidikan berantakan, murid dirugikan, dan pengalaman guru diabaikan. Perubahan kurikulum di Indonesia kerap dijual dengan bahasa bombastis: progresi
KavitaMedia
Feb 182 min read


Negeri Kaya, Nalar Miskin?
Muhammad Nur Rizal, Ph.D. (Dosen Teknik UGM – Founder GSM) Di tengah limpahan sumber daya alam, warisan budaya, dan spiritualitas yang kuat, negeri ini justru menghadapi ironi: publiknya masih mudah digiring opini, terjebak propaganda, dan sulit berpikir jernih. Kekayaan alam ternyata tidak otomatis melahirkan kemandirian nalar dan di situlah akar paradoks itu bermula. Muhammad Nur Rizal Muhammad Nur Rizal, Ph.D., mempertanyakan paradoks di negeri yang kaya sumber daya alam,
KavitaMedia
Feb 122 min read


Paradoks Pendidikan Nasional: Dari Kejelasan Arah Orde Baru ke Kebingungan Era Reformasi
Era reformasi menghadirkan paradoks. Akses pendidikan meluas, teknologi digital merasuk ke ruang kelas, anggaran pendidikan meningkat signifikan, dan kebebasan akademik terbuka lebar. Namun, capaian kualitas dinilai tidak sebanding. Perdebatan tentang kualitas pendidikan nasional kembali mengemuka. Sejumlah kalangan menilai, era Orde Baru justru mencatat capaian pendidikan terbaik sepanjang sejarah Indonesia, sementara era reformasi meski ditopang teknologi canggih dan anggar
KavitaMedia
Feb 82 min read
bottom of page