top of page


Ketika Berita, Gambar, Video Bisa Berbohong, Direkayasa: Cara Memverifikasi Berita/Gambar/Video (termasuk yang dibuat AI).
OPINI | LITERASI DIGITAL, MEDIA, DAN KECERDASAN ARTIFISIAL Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu S.Kom M.Ikom M.Kom ( Pengkaji Literasi Digital, Transformasi Digital, dan Kecerdasan Artifisial AI. Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI – LSP3I ) Di era kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI), masyarakat sedang menghadapi tantangan baru yang jauh lebih kompleks daripada sekadar maraknya berita bohong. Kita memasuki zaman ketika kebohongan dapat diproduksi dengan sangat mey
KavitaMedia
54 minutes ago10 min read


Melawan Disinformasi, Hoaks, dan Manipulasi Informasi di Era AI: Mengenali Algoritma Media Sosial yang Mendorong Polarisasi dan Konten Sensasional
Editorial Kavita Media Bayangkan pagi hari yang biasa. Anda membuka TikTok, Instagram, atau X sekadar iseng. Lima belas menit kemudian, feed Anda sudah dipenuhi video yang membuat darah mendidih: deepfake pejabat yang seolah-olah mengumumkan bantuan palsu, klip politik yang dipotong semena-mena, narasi konspirasi yang “terlalu masuk akal untuk diabaikan”, dan komentar-komentar penuh amarah. Anda bukan lagi sekadar penonton. Anda sudah masuk rabbit hole lubang kelinci digital
KavitaMedia
2 hours ago3 min read


Di Zaman Ketika Kebohongan Mengenakan Dasi dan Berbicara dari Podium
Berpikir kritis bukan lagi sekadar kecakapan. Ia adalah bentuk perlawanan terhadap manipulasi RUBRIK: OPINI | DEMOKRASI & LITERASI DIGITAL Ir. Alfian Ali, S.T., M.T., Ph.D. Akademisi dan praktisi teknologi, Ketua Bidang Kajian Komunikasi Digital & Media di LKDID Kavita Media Indonesia KAVITA MEDIA NET — Kebohongan dalam kehidupan publik tidak selalu hadir dalam bentuk informasi palsu yang mudah dikenali. Ia bisa dikemas melalui pernyataan resmi, angka statistik, grafik, pidat
KavitaMedia
Oct 305 min read


Literasi Digital Bukan Sekadar Melek Teknologi, Yusrin: Demokrasi Terancam jika Publik Kehilangan Nalar Kritis
KAVITA MEDIA NET, Makassar — Derasnya arus informasi di ruang digital tidak otomatis membuat masyarakat semakin cerdas. Di tengah kemudahan mengakses dan menyebarkan informasi, hoaks, ujaran kebencian, penipuan daring, hingga manipulasi opini publik justru menjadi tantangan serius bagi kualitas demokrasi. Persoalan inilah yang menjadi sorotan penggiat literasi digital sekaligus Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI pada Lembaga Studi Pengkajian dan Pengembangan Pendidika
KavitaMedia
Oct 296 min read


KECANDUAN KONTEN INSTAN: OTAK TERBIASA CEPAT, NALAR KIAN TUMPUL
Kita hidup pada zaman ketika informasi semakin mudah diperoleh, tetapi kemampuan untuk berpikir mendalam justru menghadapi tantangan serius. Jari semakin cepat menggulir layar, perhatian semakin mudah terpecah, dan tidak sedikit orang yang kehilangan kesabaran untuk membaca, menganalisis, serta memahami persoalan secara utuh. KAVITA MEDIA NET — Kemajuan teknologi digital telah membuka akses pengetahuan yang luar biasa luas. Dalam hitungan detik, seseorang dapat mempelajari il
KavitaMedia
Oct 299 min read


PEJABAT PUBLIK DI MEDIA SOSIAL: JABATAN BUKAN LISENSI UNTUK BICARA TANPA ETIKA
Oleh: Alfian Ali, MT., Ph.D. Ir. Alfian Ali, S.T., M.T., Ph.D. - Akademisi dan praktisi teknologi, Ketua Bidang Kajian Komunikasi Digital & Media di LKDID Kavita Media Indonesia. Di era komunikasi digital, pejabat publik tidak lagi hanya berbicara melalui podium, konferensi pers, atau forum resmi pemerintahan. Satu unggahan di Facebook, satu pernyataan di Instagram, satu video di TikTok, atau satu komentar di platform digital dapat menjangkau ribuan hingga jutaan orang hanya
KavitaMedia
Oct 297 min read


EMPAT SKILL WAJIB DI ERA AI: PESAN TEGAS KETUA LSP3I, PENDIDIKAN TAK BOLEH SEKADAR MENCETAK PENGGUNA TEKNOLOGI
JAKARTA — Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mampu menulis, menganalisis data, menyusun laporan, hingga menghasilkan karya visual dalam hitungan detik. Di tengah perubahan tersebut, dunia pendidikan menghadapi pertanyaan mendasar: apakah sekolah dan perguruan tinggi sedang mempersiapkan manusia yang mampu berpikir mandiri, atau justru melahirkan generasi yang semakin bergantung pada mesin? Pertanyaan itu mengemuka dalam seminar bertajuk “Pendidikan di Era
KavitaMedia
Oct 287 min read


Cognitive Surrender di Era AI: Ketika Mahasiswa Menyerahkan Pikiran kepada Mesin
KAVITA MEDIA — PENDIDIKAN, LITERASI DIGITAL & AI KAVITA MEDIA NET, MAKASSAR — Kecerdasan buatan generatif atau artificial intelligence (AI) semakin mudah diakses mahasiswa. Namun, di balik kemudahan menyusun esai, menjawab soal, merangkum jurnal, hingga membuat presentasi, muncul persoalan yang jauh lebih mendasar: apakah AI membantu mahasiswa berpikir, atau justru membuat mereka berhenti berpikir? Fenomena ini dikenal sebagai cognitive surrender, yakni kecenderungan seseoran
KavitaMedia
Oct 275 min read


Manusia Masih Harus Berpikir: Ketika Algoritma Memperkuat Hoaks dan Memanjakan Keyakinan
KAVITA MEDIA NET — OPINI Menyoroti krisis kognitif terbesar di era digital: matinya pemikiran kritis akibat ekosistem internet yang dirancang untuk memvalidasi bias kita, bukan mencari kebenaran. Teknologi boleh semakin pintar. Algoritma boleh semakin cepat. Kecerdasan buatan (AI) boleh semakin canggih. Namun, ada satu kemampuan yang tidak boleh diserahkan sepenuhnya kepada mesin: kemampuan manusia untuk berpikir kritis, menguji kebenaran, dan mempertanggungjawabkan kesimpula
KavitaMedia
Oct 247 min read


ERA AI MENGUBAH SEGALANYA: GELAR SARJANA TAK LAGI MENJAMIN KESUKSESAN
Percepatan kecerdasan buatan mengubah standar kompetensi dan dunia kerja. Perguruan tinggi dituntut melampaui budaya mengejar ijazah dengan membangun kemampuan berpikir kritis, adaptasi teknologi, dan pembelajaran sepanjang hayat. KAVITA MEDIA NET, MAKASSAR — Gelar akademik sarjana, magister, hingga doktor tidak lagi bisa diperlakukan sebagai tiket otomatis menuju kesuksesan. Di tengah percepatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia sedang menghadapi perubah
KavitaMedia
Oct 114 min read


JURNALISME DIGITAL KAVITA MEDIA NET
Oleh: Arya Susanto, S.Ikom – Pimpinan Redaksi (Pimred) Kavita Media Net Jurnalisme digital adalah praktik jurnalistik yang memanfaatkan teknologi digital dan internet untuk mencari, memverifikasi, mengolah, memproduksi, menyebarkan, serta memperbarui informasi kepada publik secara cepat, interaktif, dan terukur. Dalam konteks media seperti Kavita Media Net, jurnalisme digital bukan sekadar memindahkan berita cetak ke situs web atau media sosial. Lebih dari itu, jurnalisme dig
KavitaMedia
Oct 113 min read


TANTANGAN SARJANA DI ERA AI: GELAR TINGGI TAK LAGI MENJAMIN, MENTALITAS BELAJAR JADI PENENTU
Yusrin Ahmad Tosepu: Ketika Sarjana Sibuk Mencari Kerja, Mereka yang Terus Belajar Justru Menciptakan Produk dan Pasar Baru JAKARTA, KAVITA MEDIA — Gelar sarjana, magister, hingga doktor tidak lagi bisa diperlakukan sebagai tiket otomatis menuju kesuksesan. Di tengah percepatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), dunia sedang menghadapi perubahan besar yang menggeser standar kompetensi, cara bekerja, hingga peta persaingan sumber daya manusia. Pesan kritis itu dis
KavitaMedia
Oct 106 min read


KEMISKINAN MODERN: KETIKA KETIDAKADILAN BERGANTI KOSTUM
Oleh: Alfian Ali, ST MT PhD - Pengamat transformasi digital dan literasi masyarakat LKDID Kavita Media Indonesia Kemiskinan tidak pernah benar-benar menghilang. Ia hanya semakin piawai berganti kostum. Jika dahulu kemiskinan mudah dikenali melalui rumah reyot, perut lapar, dan ketiadaan pekerjaan, kini wajahnya jauh lebih rumit. Ia bisa bersembunyi di balik seragam pegawai, ijazah sarjana, telepon pintar, bahkan slip gaji yang rutin diterima setiap bulan. Seseorang bisa beker
KavitaMedia
Oct 105 min read


DI ERA AI, KEBODOHAN BUKAN LAGI SEKADAR KETIDAKTAHUAN, TETAPI RISIKO PERADABAN
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.IKom., M.Kom. Ketua Bidang Kajian Digital Education & AI – LSP3I Ada satu ancaman serius yang kerap luput dari perhatian kita ketika berbicara tentang masa depan bangsa: masyarakat yang semakin mudah mengakses informasi, tetapi belum tentu semakin mampu memahami kebenaran. Informasi berlimpah, teknologi semakin canggih, kecerdasan buatan berkembang pesat, tetapi kemampuan berpikir kritis justru menjadi pekerjaan rumah yang tidak boleh dire
KavitaMedia
Oct 97 min read


Mengenal Lebih Dekat Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.I.Kom., M.Kom.
Penulis, dan Penggiat Literasi Digital yang Menjembatani Teknologi, Komunikasi, Pendidikan, dan Informasi KAVITA Media Net, Makassar — Nama Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom., M.I.Kom., M.Kom. dikenal dalam sejumlah ruang akademik, penelitian, literasi digital, serta kajian komunikasi dan teknologi informasi. Kiprahnya memperlihatkan persinggungan antara dunia pendidikan, teknologi, komunikasi, penelitian, dan pengembangan literasi masyarakat di tengah perubahan digital. Yusrin lahi
KavitaMedia
Sep 303 min read


KETIKA ALGORITMA MENJADI BOS BARU KEHIDUPAN MANUSIA
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu, S.Kom M.Ikom M.Kom Algoritma tidak lagi sekadar menghitung. Ia memilih apa yang kita lihat, menentukan apa yang kita dengar, memprediksi apa yang kita inginkan dan perlahan ikut membentuk cara kita berpikir. - YAT Ada sebuah perubahan besar yang berlangsung nyaris tanpa suara. Kita tidak melihat pabrik raksasa. Tidak mendengar suara mesin produksi. Tidak melihat buruh berbaris di dalam ruang industri. Tetapi setiap kali kita membuka media sosial, me
KavitaMedia
Sep 305 min read


PENDIDIKAN JANGAN CUMA MENGAJARKAN JAWABAN, AJARKAN CARA BERPIKIR!
OPINI PENDIDIKAN - Beryl Aspar, M.Pd., Ph.D Ada persoalan mendasar yang layak kita tanyakan kepada dunia pendidikan: setelah bertahun-tahun duduk di bangku sekolah dan perguruan tinggi, apakah peserta didik benar-benar semakin mampu berpikir? Sebab pendidikan tidak boleh berhenti pada kemampuan menghafal materi, mengerjakan soal, mengejar nilai, lalu mendapatkan ijazah. Kalau setelah lulus seseorang hanya pandai mengulang jawaban dari buku, tetapi gagap ketika menghadapi pers
KavitaMedia
Sep 294 min read


PENDIDIKAN JANGAN BERHENTI PADA HAFALAN: KETIKA SEKOLAH GAGAL MENGAJARKAN CARA BERPIKIR
OPINI PENDIDIKAN — Dr. Mahmud Haris, M.Pd. Pengamat dan Pemerhati Pendidikan LSP3I Ada pertanyaan yang seharusnya lebih sering diajukan di ruang kelas: setelah bertahun-tahun belajar, apakah peserta didik benar-benar menjadi lebih mampu berpikir? Pertanyaan ini penting karena pendidikan terlalu mudah diukur dari sesuatu yang tampak: nilai, ijazah, jumlah materi yang selesai disampaikan, jumlah tugas yang dikumpulkan, atau kemampuan menjawab soal ujian. Padahal, pendidikan yan
KavitaMedia
Sep 296 min read


ARTIFICIAL TANPA INTELLIGENCE
Oleh: Yusrin Ahmad Tosepu. Opini | KAVITA Media Net Kita sedang hidup di zaman yang aneh. Manusia menciptakan Artificial Intelligence (AI) untuk membuat mesin semakin cerdas, tetapi pada saat yang sama justru berisiko membuat manusia semakin malas berpikir. Ironinya, teknologi yang seharusnya memperkuat kecerdasan manusia mulai digunakan sebagai pengganti kecerdasan manusia. Di sinilah persoalannya. Artificial Intelligence tanpa human intelligence hanya akan menjadi artificia
KavitaMedia
Sep 253 min read


KETIKA AI MULAI MENJADI TEMAN SEKALIGUS PENGKRITIK ILMUWAN
“AI boleh membantu menemukan ilmu. Tetapi jangan sampai manusia kehilangan kemampuan untuk mempertanyakan kebenarannya.” Dulu manusia menggunakan AI untuk mencari jawaban. Kini pertanyaannya mulai berubah: bagaimana jika AI ikut mencari pertanyaan yang belum pernah terpikirkan manusia? Perkembangan kecerdasan buatan sedang memasuki wilayah yang jauh lebih serius daripada sekadar chatbot, mesin pencari, atau alat bantu menulis. AI mulai digunakan dalam proses penelitian ilmiah
KavitaMedia
Sep 242 min read
bottom of page